Persaudaraan Lebih Penting dari Politik, Pasangan BERIMAN : Tak Ada Mantan Kaka dan Mantan Adik

  • Whatsapp

WASIOR – Calon bupati petahana Bernadus Imburi kembali menyerukan pentingnya menjaga ikatan kekeluargaan dan persaudaraan sebagai sesama anak Wondama dalam kontestasi Pilkada 2020.

Imburi menegaskan keempat paslon yang berlaga dalam Pilkada 2020 sesungguhnya masih merupakan keluarga karena memiliki hubungan kekerabatan antara satu dengan yang lainnya.

Itu sebabnya dia berharap hubungan persaudaraan diantara para paslon juga para pendukung tidak sampai terputus hanya karena perbedaan pilihan politik.

“Orang yang selesai menjabat akan disebut mantan bupati dan mantan wakil bupati tapi hubungan kekeluargaan tak ada mantan kaka dan tak ada mantan adik.
Saya tahu betul itu sebagai anak Wondama. Kami semua ini, Wondama ini kecil jadi kami semua ini keluarga, “kata Imburi usai penarikan nomor urut di Wasior, Kamis (24/9/2020).

Mantan Kepala Biro Perlengkapan Pemprov Papua Barat itu mengajak semua paslon lain agar tidak mengabaikan adat dan budaya orang Wondama meskipun mereka sedang terlibat dalam pertandingan memperebutkan kursi Wondama satu dan Wondama dua.

“Saya dulu itu ikut Pilkada, saya datang menghadap Alberth Torey (almahrum), saya bilang, kaka saya ada datang ini, (itu terjadi) pada 2005 dan 2010 karena saya pandang dia sebagai kaka dan dia adalah bupati saat itu. Sampai 2015 (Pilkada 2015) saya ketemu (lagi). Itu adat orang Wondama, “ucap Imburi.

Sebagai petahana dan calon bupati yang paling tua, dia juga mengingatkan para paslon juga pendukung untuk mewujudkan Pilkada yang Jurdil aman dan damai dengan tetap berpegang pada tatanan budaya dan kearifan lokal Wondama.

“Saya percaya kami anak-anak Wondama yang tahu adat kami akan selalu menghormati dan menghargai (adat dan budaya),”sebut eks dosen Universitas Cenderawasih Jayapura itu.

Sebagai kontestan tertua dari semua pasangan calon, Zeth Marani juga berharap semua paslon tetap mengutamakan persaudaraan dengan senantiasa mengedepankan cara-cara berpolitik yang santun dan mendidik.

“Politik itu nomor dua, kekeluargaan nomor satu bagi saya. Sebagai kakak juga saya mengharapkan untuk adik-adik kita memberikan pemahaman yang baik untuk semua pendukung kita sehingga jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan dalam Pilkada, “pungkas mantan wakil bupati Teluk Wondama periode 2010-2015. (Nday)

Pos terkait