Nomor Satu Bermakna Persatuan, Pasangan A2 Ingin Optimalkan SDA untuk Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

  • Whatsapp

WASIOR – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Teluk Wondama Elysa Auri-Fery Auparay (A2) mendapatkan nomor urut satu dalam pengundian nomor urut paslon Pilkada 2020, Kamis (24/9/2020).

Bagi Elysa Auri, angka satu bermakna sebagai persatuan. Tanpa persatuan yang kuat semua akan menjadi sia-sia. Karena itu dia mengajak semua komponen masyarakat Wondama untuk tetap menomorsatukan persatuan dan kebersamaan sebagai sesama anak Wondama meskipun berbeda pilihan dalam Pilkada 2020.

“Kami dapat nomor urut satu, kami semua mengajak kepada kita semua untuk mari kita bersatu untuk menjunjung tinggi penyelenggaraan Pemilu yang bersih dan aman, dan bersatu untuk (membangun) masyarakat kabupaten Teluk Wondama, “kata alumni SMPN Wasior ini.

Sang calon wakil bupati, Fery Auparay juga menekankan persatuan menjadi kata kunci untuk bisa mewujudkan Wondama yang lebih baik lagi ke depan.

Fery yang berlatar belakang sebagai pebisnis mengatakan, dia bersama Elysa Auri yang merupakan seorang birokrat menempatkan sektor ekonomi sebagai salah satu fokus keduanya jika terpilih menjadi pemimpin baru Wondama.

Pasangan yang diusung gabungan partai yakni PDIP, PKPI dan PSI itu, kata Ferry akan mengoptimalkan keberadaan sumber daya alam yang melimpah terutama di sektor kelautan dan pariwisata untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“Memang ada komitmen yang kita bangun bahwa bagaimana kita mendorong ekonomi kerakyatan yang begitu hebat di Wondama. Kita punya laut, hutan dan potensi alam yang indah dan kita berkomitmen untuk bisa mensejahterakan rakyat, “ucap mantan anggota DPR Provinsi Papua Barat itu.

Namun demikan dalam melakukan pembangunan ke depan – jika terpilih, Fery menyatakan bahwa pihaknya tetap memperhatikan asas pembangunan berkelanjutan juga kearifan lokal.

“Tetap ada harmonisasi dan ada hal-hal yang perlu kami perhatikan sehingga apa yang akan kami lakukan nanti benar-benar bermanfaat untuk masyarakat Teluk Wondama, bangsa dan negara,” imbuh eks politisi Partai Golkar ini. (Nday)

Pos terkait