Pemda Manokwari Bersama Pihak Bandara Gelar Sosialisasi Pengalihan Sebagian Jalan dan Jembatan Menuju Bandara Rendani

  • Whatsapp

MANOKWARI- Dalam rangka pembangunan perpanjangan runway Bandara Rendani Manokwari, Pemerintah daerah bersama Pihak Bandara melakukan Sosialisasi kepada puluhan perwakilan warga yang terdampak mengenai pengalihan sebagian jalan dan jembatan menuju Bandara Rendani yang dilaksanakan di kawasan dekat Jembatan Rendani , Rabu (7/4/2021).

Kegiatan sosialisasi tersebut dipandu oleh pihak moderator Asisten l Bidang Pemerintahan dan TataPraja , Wanto dengan metode tanya jawab (diskusi) mengenai dukungan warga terhadap pembangunan yang akan dibangun. kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan opd terkait , dan unsur Porkopimda TNI POLRI dan Kejaksaan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada warga yang terdampak akan pembangunan tersebut sekaligus pemda meminta dukungan semua pihak secara khusus warga terdampak untuk dukungan dan segera mengosongkan lokasi yang akan dibangun guna mempercepat proses pengembangan bandara yang nantinya akan berdampak besar bagi Kabupaten Manokwari sebagai kota peradaban dan akan menjadi ikon Manokwari sebagai ibukota provinsi Papua barat.

Bupati Manokwari, Hermus Indou saat menyampaikan sosialisasi menekankan dua hal penting yakni Manokwari sebagai pusat peradaban di Tanah Papua dan sebagai ibukota Provinsi Papua Barat sehingga dibutuhkan pembangunan yang lebih baik guna memajukan Manokwari setara dengan kabupaten kota yang ada di Indonesia.

Baca Juga :   Portal Dibongkar, Warga Rodi Palang Jalan

Olehnya itu, Hermus meminta dukungan dan kerja sama masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di areal bandara dan yang terkena dampak perpanjangan runway bandara karena pengembangan runway akan diperpanjang sekitar 500 meter ke arah utara dekat pantai dan mengenai beberapa rumah warga sekitar.

Sehingga untuk mewujudkan pengembangan bandara tersebut pemda minta dukungan masyarakat yakni dengan rela mengosongkan rumah dan lahan yang selama ini ditempati dan pindah ke tempat yang sudah disiapkan dimana pemerintah akan memberikan ganti rugi untuk mencari lokasi sendiri.

Hermus menyebut, Selain perpanjangan runway bandara, juga ada pembangunan fly over (jalan layang) yang berdampak pada alihtrase jalan dan jembatan serta relokasi warga. Pembangunan akan dimulai tahun ini hingga tahun 2022, dan akan ditargetkan selesai pada tahun 2023.

Hermus menegaskan bahwa semua yang berada di areal bandara akan dibersihkan dan berharap warga yang berada di area bandara memiliki kesadaran diri serta tidak lagi melakukan pembangunan dan akan memberikan jeda waktu kesepakatan untuk mengosongkan dan meninggalkan lahan tersebut.

Baca Juga :   Wabup Warning OPD Pacu Semua Kegiatan Fisik dan Non Fisik

Hermus menjelaskan, pembangunan yang dilakukan juga untuk kepentingan seluruh masyarakat.

“Jika Manokwari maju, masyarakat luar juga akan mengapresiasi masyarakat Manokwari luar biasa, khususnya masyarakat Arfak sebagai suku asli yang mendiami tempat ini. Mengenai hak yang belum diselesaikan akan kita selesaikan. Yang penting lokasi dikosongkan dulu supaya pembangunan bisa berjalan, ini akan menjadi wajah kita, jadi mari kita dukung pembangunan bandara dan fly over,” Ucap Hermus.

Secara Khusus, makam yang terkena dampak pembangunan, Hermus meminta masyarakat menjadwalkan waktu guna dilakukan doa bersama sebelum kerangka dipindahkan. Hermus juga meminta agar pembentukan panitia pembangunan bisa melibatkan masyarakat sekitar dalam kepanitiaan untuk membicarakan hal-hal yang akan mendukung pembangunan tersebut.

Salah satu warga terdampak, Isak Katebu, mengatakan, masyarakat terdampak sangat mendukung pemerintah mengembangan Bandara Rendani. Namun dia meminta pemerintah memperhatikan dengan baik warga yang terdampak dan hak- hak yang harus dibayarkan oleh pemerintah.

“ Kami sangat mendukung pemerintah dalam pembangunan di Manokwari. kalau bukan Kita anak-anak Arfak siapa lagi?Jadi kami dukung pembangunan bandara ini, tapi tolong perhatikan kami masyarakat di sini,” harapnya.

Baca Juga :   ASN Pemkab Manokwari Himpun Dana untuk Korban Gempa Ambon

Sebagaimana diketahui bahwa Bandara Rendani yang berada di ibukota provinsi Papua Barat sangat membutuhkan pengembangan agar bisa didarati pesawat berbadan lebar dimana dari sisi keselamatan, pesawat berbadan lebar yang landing butuh landasan yang cukup Panjang sementara landasan pacu di Rendani belum memungkinkan.

Hal senada disampaikan KTU UPBU Rendani Manokwari, Herman Handoyo, menyampaikan bahwa dukungan pemerintah terhadap pengembangan ini sudah siap dan berharap semua pihak secara khusus warga terdampak ikut serta mendukung.

Ia menyebut, sesuai rencana runway akan diperpanjang 500 meter. Namun ditahap pertama hanya dibangun sepanjang 300 meter (sampai di polisi tidur 13-red).

Menurutnya, saat ini sedang dikerjakan box culvert yang kemudian akan dilakukan pergeseran kearah jembatan dimana pemindahan itu akan berdampak pada masyarakat sekitar sehingga pihaknya meminta dukungan masyarakat agar perpanjangan runway dapat dilaksanakan.

“Jembatan lama akan dibongkar dan Ini butuh kerja sama, kalau tidak perpanjangan tidak bisa dilaksanakan, Kami mohon dukungannya” tandasnya. (R)

Pos terkait