Pelajar SMA di Wasior Tewas Gantung Diri di Kamar

  • Whatsapp

WASIOR – Seorang siswi SMA swasta di kota Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat ditemukan tewas gantung diri di dalam kamarnya di kompleks Hunian Tetap Iriati 3, Distrik Wasior, Kamis (6/12).

Pelajar kelas XI berinisial AR, 17 tahun diduga nekat mengakhiri hidupnya karena mengalami depresi.
AR ditemukan ibunya sudah dalam kondisi kaku dengan tali masih menjerat di lehernya, Kamis pagi. Saat ditemukan posisi AR setengah berlutut menghadap tembok. Tampak tali yang menjerat lehernya terkait pada sebatang paku yang tertancap di dinding kamar.

“Tadi pagi sekitar jam 7, ibunya toki (ketuk) pintu untuk kasih bangun dia karena hari ini dorang mau ujian. Toki berkali-kali tapi tidak ada jawaban jadi ibunya lihat dari jendela dan kaget lihat anaknya sudah tergantung baru ada busa keluar dari mulut. Kitorang takut jadi langsung suruh lapor polisi baru polisi dorang yang datang kasih turun dia, “cerita salah seorang tetangga korban.

Setelah dilakukan olah TKP oleh pihak kepolisian, jasad AR kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum. Berdasarkan hasil visum dokter RSUD Teluk Wondama ditemukan tanda-tanda fisik yang menguatkan korban meninggal karena gantung diri. AR diduga telah meninggal pada Kamis dini hari.

“Memang tanda bunuh diri itu ada. Lidah keluar dan ada tanda jeratan di leher, “ kata salah seorang petugas medis RSUD Teluk Wondama membacakan hasil visum dokter.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti apa latar belakang yang membuat AR bunuh diri. Namun yang bersangkutan mengalami depresi.

“Menurut dia pu mama cerita, tadi malam (Rabu malam) dia ada nasehat almahrum dengan de pu adik mungkin karena dong suka melawan-lawan. Nah, abis dapat nasehat itu, dia langsung masuk kamar dan kunci pintu sampai pagi baru dapat tahu kalau dia sudah meninggal, “ ungkap salah seorang kerabat AR.

AR sendiri diketahui sebagai siswa yang baik dan rajin juga berani. Dia juga aktif sebagai anggota Pramuka. Kepergiannya yang tiba-tiba membuat guru beserta teman-teman sekolahnya merasa berduka sangat kehilangan.

“Dia anak yang baik dan dengar-dengaran (penurut). Selama ini bergaul biasa saja tidak ada tanda-tanda kalau dia sedang ada masalah, “ kata Metti Pakende, Guru sekaligus Wali Kelas AR.
Pihak kepolisian masih mendalami kasus meninggalnya AR. Satreskrim Polres Teluk Wondama telah membentuk dua tim untuk menyelidiki kematian korban termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. (Nday)

Pos terkait