Pasar Sentral Sanggeng Mulai Dirobohkan, Aktivitas Pedagang Direlokasi Ke Pasar Sementara

MANOKWARI, kabartimur.com- Pembongkaran Pasar Sanggeng resmi dilaunching yang ditandai dengan penandatanganan berita acara, Rabu (8/3/2024).

Pembongkaran bangunan pasar menggunakan alat berat Excavator dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Barat dan Bupati Manokwari yang dihadiri oleh unsur Forkopimda kabupaten Manokwari dan provinsi Papua Barat dan ratusan pedagang pasar Sanggeng.

Penandatanganan Berita acara disaksikan oleh PJ Gubernur Papua Barat
Penandatanganan Berita acara disaksikan oleh PJ Gubernur Papua Barat

Dengan dilakukannya pembongkaran pasar, pemerintah daerah menyiapkan pasar pemanfaatan pasar sementara di belakang Perbankan Bank Papua, Ex taman Besi.

Bacaan Lainnya

Kepala dinas PUPR Kabupaten Manokwari, yang diwakili oleh sekertaris, Agus Irawan dalam laporannya menyampaikan bahwa pembongkaran dilakukan sebagai tanda dimulainya pembangunan pasar central pasar Sanggeng yang Baru.

Adapun pembongkaran ini untuk menyiapkan lahan atau lokasi yang sudah siap dibangun pasar baru kembali dengan jumlah pedagang saat ini dapat memberi wajah baru bagi Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat dan Pelaksanaannya dijadwalkan akan memakan waktu selama dua bulan.

Baca Juga :   Pencaker Ancam Akan Palang Fasilitas Pemerintah Manokwari

Pada kesempatan yang sama, Kepala dinas Perindagkop kabupaten Manokwari, Yan Ayomi mengatakan bahwa, Lokasi pasar sementara di areal perbankan telah disiapkan pemerintah Manokwari yang mampu menampung 500 pedagang hamparan, meja maupun tempelan.

Kepala Dinas Perindagkop, Yan Ayomi saat memberikan Arahan bagi Pedagang Pasar Sanggeng
Kepala Dinas Perindagkop, Yan Ayomi saat memberikan Arahan bagi Pedagang Pasar Sanggeng

Selain itu, pasar sementara tersebut menampung 70 kios, ditambah 148 kios baru yang dibangun di lokasi di areal perbankan dan areal perkantoran ruang terbuka Sanggeng, sehingga total fasilitas yang disiapkan pemerintah mampu menampung 700 pedagang.

Ayomi menyebut bahwa Fasilitas ini dikhususkan bagi pedagang yang aktif berjualan, dan berdasarkan data yang masuk dan diterima oleh dinas sebanyak 500 lebih.

Adapun pasar sementara yang dibangun dengan fasilitas yang disediakan bersifat sementara bukan permanen dan dimanfaatkan dalam jangka waktu 1 tahun kedepan dengan alokasi anggaran mencapai 8 Milyar Lebih.(Red/*)

Pos terkait