Padat Karya Tunai Desa, Kampung Tandia di Wondama ‘Sulap’ Lahan Kosong jadi Kebun Sayur

  • Whatsapp

WASIOR – Kampung Tandia Distrik Rasiei, Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat punya cara sendiri untuk menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Dengan sistim padat karya tunai (PKT) yang dibiayai dana desa, warga setempat menyulap lahan kosong di sekitar kampung untuk dijadikan kebun sayur-sayuran. Warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut terbagai dalam 5 kelompok dengan luas lahan rata-rata 25 x 25 meter.

Bacaan Lainnya

Aneka bibit tanaman sayuran seperti tomat, cabai, kacang panjang, bayam juga tanaman palawija seperti jagung dipersiapkan untuk ditanam pada lahan yang telah dibuka itu.

Saat melakukan penanaman perdana, Jumat, Bupati Bernadus Imburi mengapresiasi inisiatif warga setempat yang secara mandiri mengolah lahan kosong untuk dijadikan kebun sayuran. Dengan begitu warga bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tanpa harus bergantung dari bantuan pemerintah ataupun pasokan dari luar.

“Saya senang sekali dengan kegiatan ini. Pemerintah atur supaya masyarakat tetap bisa hidup walaupun ada virus ini. Jangan berpikir untuk dapat uang saja artinya bahwa hasil kebun ini harus ada yang dijual supaya ada uang, tidak selalu begitu.

Tapi yang penting itu kitong sendiri juga makan karena kitong tidak tahu virus ini sampai kapan. Bisa dibayangkan kalau virus ini jalan terus dan kita ini kelaparan kan lucu juga, “ ujar Imburi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Hendrik Rico Tetelepta menyebut, Tandia menjadi kampung pertama dari 75 kampung di Teluk Wondama yang telah melaksanakan kegiatan padat karya tunai dari dana desa.

PKT sendiri merupakan salah satu kegiatan prioritas dana desa yang dianjurkan Kemendes PDT untuk penanganan dampak Covid-19. Melalui PKT masyarakat tetap bisa mendapatkan penghasilan dari upah kerja yang dialokasikan dari dana desa.

Maka dari itu dalam hal ini warga Tandia mendapat dua manfaat sekaligus yaitu ketahanan pangan di kampung yang terjaga sekaligus warga mendapatkan uang dari upah kerja.

“Kegiatan padat karya tunai itu melibatkan masyarakat tapi dalam pekerjaannya harus tetap terapkan protokol kesehatan seperti pakai masker dan jaga jarak, “ ucap Tetelepta.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Metusalak Boseren dalam kesempatan itu mengatakan pihaknya akan menerjukan penyuluh pertanian untuk mendampingi masyarakat sejak proses tanam hingga pascaproduksi nanti.

“Kami harapkan pembukaan lahan seperti ini jangan hanya temporer saja tapi berlanjut terus untuk pemenuhan gizi masyarakat sendiri tapi juga bisa dapat uang kalau bisa dijual, “ ujar Boseren.
Bupati berharap apa yang dilakukan warga Tandia bisa menjadi contoh bagi kampung lainnya di Wondama dalam rangka menjamin ketahanan pangan daerah.

“Saya harap kelompok lain ikut, kampung lain ikut, distrik lain juga ikut. Kalau semua kampung ikut seperti ini pasti bagus, “ kata orang nomor satu Wondama. (Nday)

Pos terkait