PABBSI Papua Barat Tatap PON XX

  • Whatsapp

MANOKWARI-Kabartimur.com – Persatuan Angkat Besi, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) Papua Barat, optimis menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX di Jayapura, Papua.

Pembina PABBSI Papua Barat, Elroy Koyari, menuturkan, sebelum melangkah ke PON XX di Jayapura tahun depan, pihaknya akan lebih dulu melewati prakualifikasi PON yang akan dilaksanakan tahun ini.

Koyari mengaku, persiapan telah dilakukan dengan menggelar latihan rutin sejak tahun 2018, meskipun masih sebatas Training Centre (TC).

“TC sudah berjalan dari tahun 2018 lalu, sebab para Atlet PABBSI membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk berlatih dan atlet-atlet membutuhkan asupan gizi serta suplemen,” kata Koyari kepada wartawan, di salah satu hotel, di Manokwari, Senin (7/1) malam.

Pihaknya kata Koyari, selain menjaga kebugaran atlet, para Atlet PABBSI tidak hanya harus menjalani latihan fisik, tetapi akan diturunkan (bertanding) dalam setiap ajang yang ada, untuk menambah jam terbang serta mengukur prestasi agar saat Pra PON, para atlet sudah memenuhi syarat lolos ke PON XX.

Koyari mengaku, memiliki target agar atlet PABBSI Papua Barat dapat lolos ke PON XX di Jayapura dan dapat bersaing dengan provinsi lainnya, terlebih Papua yang secara umum memiliki segudang atlet angkat besi dan binaraga.

“Meskipun dalam PON terakhir ini kita sudah sangat tersisihkan, tapi saya optimis kita dapat meraih medali emas,” ujar Koyari dengan nada yakin.

Ditanya mengenai jumlah atlet yang dipersiapkan, Koyari mengatakan, untuk nomor angkat berat, pihaknya sudah menyiapkan 3 orang atlet, angkat besi 1 orang atlet, dan binaraga jumlahnya cukup banyak.

“Untuk angkat berat, memang kelas yang dipertandingkan hanya tiga kelas. Stok atlet kita di daerah sangat terbatas dan untuk mengejar PON XX persiapan di tahun 2018 waktu kita sangat terbatas, sehingga kita harapkan ada pembinaan yang berjenjang tidak hanya saat ada iven besar seperti PON saja,” ungkap Koyari.

Koyari yang juga sebagai Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Barat ini menambahkan, pihaknya akan mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan cabang olahraga (cabor) ini agar dapat menuju PON XX, salah satunya dengan mengambil atlet dari luar untuk mengisi nomor-nomor yang kosong.

“Atlet yang direncanakan akan diambil dari luar ini sekaligus menjadi target medali emas di PON. Kebutuhan para atlet kita penuhi mulai dari gizi maupun suplemen sehingga mereka bisa fokus latihan,” ungkap Koyari.

Terkait tempat pusat latihan, Koyari mengaku, belum ada tempat latihan yang representatif bagi para atlet PABBSI melakukan latihan di Papua Barat, sehingga latihan atau pun TC dilakukan di luar daerah.

“Sementara ini atlet masih latihan (TC) di tempat masing-masing, TC juga berjalan seperti atlet-atlet binaraga yang fokus melakukan TC berjalan di luar Papua Barat, karena di luar fasilitasnya lebih lengkap,” beber Koyari.

Oleh sebab itu, Koyari berharap agar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, dapat bergerak lebih cepat, karena bagi dia, Papua Barat sudah kalah star dan dengan provinsi lainnya dalam mempersiapkan cabor-cabor menuju PON.
“Tentunya ini akan merugikan semua cabor,” tandas Koyari.

Pos terkait