Musrenbang 2021, Kelurahan Wasior Usul Sarana Persampahan, Talud Pantai Hingga Wifi

  • Whatsapp

WASIOR – Kelurahan Wasior, Distrik Wasior, Teluk Wondama menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tahun 2021, Selasa (16/2/2021).

Dalam forum tersebut disepakati sejumlah program dan kegiatan yang dipandang penting untuk bisa dibiayai APBD tahun anggaran 2022.

Mulai dari gedung serba guna untuk tempat pertemuan warga di kantor kelurahan, sarana angkut sampah berupa mobil, lampu jalan, tanggul pantai hingga pemasangan wifi serta home stay dan spot selfie.

Lurah Wasior Muhamad Ickbal Marani pada saat pembukaan musrenbang Selasa siang di kantor Lurah Wasior menjelaskan, semua kegiatan yang diusulkan dalam musrenbang tahun ini merupakan hal-hal prioritas yang menjadi kebutuhan pemerintah dan masyarakat di Kelurahan Wasior.

Ickbal ingin Kelurahan Wasior mendapat perhatian khusus karena merupakan jantungnya Teluk Wondama sekaligus pintu masuk menuju kabupaten berjuluk Tanah Peradaban Orang Papua.

Baca Juga :   Diarak Ratusan Massa, Pasangan Auri-Auparay Kunjungi Batu Peradaban, Tugu Injil dan Ziarah ke Makam Alberth Torey

“Kelurahan Wasior ini adalah jantung dari Wondama sehingga kami ingin supaya tempat ini bersih, tidak ada sampah yang membuat kota ini kelihatan kotor.

Makanya dari tahun lalu saya sudah usulkan agar ada alat untuk angkut sampah. Tidak usah baru, kasih mobil blakos (mobil bak terbuka) yang bekas. Saya pastikan tidak ada sampah di kota Wasior ini, “tandas Ickbal.

Pihaknya juga mengusulkan pembangunan talud atau tanggul pantai di wilayah Masabuai yang merupakan salah satu kawasan terpadat dan kumuh di kota Wasior.

Tanggul pantai dipandang penting karena selain untuk mencegah abrasi juga untuk menahan air laut naik ke darat yang bisa memicu banjir rob.

“Kemarin (akhir pekan lalu) sudah banjir karena air laut sehingga biar hujan kecil saja langsung kawasan di Masabuai itu tergenang. Kita antisipasi karena di daerah itu sudah terjadi abrasi yang besar, “ ucap Lurah yang juga aktivitas KNPI Wondama.

Baca Juga :   50 Peserta Dari 3 Kabupaten Ikut Pelatihan Anyaman Piring Dari Lidi

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Hendrik Rico Tetelepta dalam kesempatan itu mendorong Kelurahan Wasior agar juga mempersiapkan program dan kegiatan untuk pengentasan kemiskinan. Sebab di kota Wasior sendiri masih terdapat banyak penduduk miskin yang perlu diangkat nasibnya melalui kegiatan pemberdayaan.

“Ada kantong-kantong kemiskinan juga di kelurahan Wasior terutama masyarakat asli yang perlu diperhatikan. Kita berharap ada topangan dana dari APBD untuk kelurahan agar perhatian kepada masyarakat miskin bisa dijawab,”kata Tetelepta yang ikut hadir bersama Inspektur Phiter Lambe, Kabag Pemerintahan Setda Yefta Siregar dan Kepala Distrik Wasior Anthonius Alex Marani. (Nday)

Pos terkait