Masyarakat Diminta Tetap Waspada!, Bibit Siklon Tropis 94W Terpantau di Samudra Pasifik Barat Utara Papua

  • Whatsapp

MANOKWARI- Warga masyarakat di Manokwari diminta tetap waspada terutama kepada para Nelayan untuk mengurungniatkan aktivitas dilautan karena Bibit Siklon Tropis 94W saat ini terpantau di Samudera Pasifik Barat utara Papua dengan kecepatan 43km/jam yang membentuk area pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Papua bagian selatan hingga pesisir utara Papua, serta membentuk area pertemuan angin (konfluensi) di Selat Makassar bagian utara, Sulawesi bagian utara, Maluku Utara hingga perairan utara Papua Barat-Papua.

Hal tersebut disampaikan BMKG Manokwari dalam pertemuan rapat koordinasi di ruang kerja sekda Manokwari (14/4/2021).

Kondisi ini menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di sekitar sistem bibit siklon tropis dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi serta peningkatan kecepatan angin (>25 kts) dan ketinggian gelombang (>2,5 meter) di sekitar siklon tropis tersebut.

Kepala BMKG Manokwari, Daniel Tandi berharap kepada masyarakat yang berada di pesisir utara Perairan Papua maupun masyarakat dan stakeholder yang menggunakan jasa transportasi laut di Perairan Utara Papua untuk tetap waspada.

“Jangan panik dan tetap memperhatikan Informasi Maritim di wilayah Utara Papua melalui media sosial melalui info BMKG dan infoMaritimBMKG” kata Daniel.

Daniel menjelaskan bahwa berdasarkan prakiraan wilayah perairan indonesia tinggi gelombang diprediksi mencapai 1, 25- 2,5 meter berpeluang terjadi di laut sulawesi bagian tengah dan timur, perairan utara Sangihe hingga kepulauan Talaud laut maluku, perairan utara dan timur halmahera , samudra pasifik utara halmahera.

Kemudian tinggi gelombang 2,5-4.0 meter berpeluang terjadi di perairan Raja Ampat-Sorong, perairan manokwari, perairan Biak, Teluk Cendrawasih, perairan jayapura, Sarmi, Samudra pasifik utara papua barat.

Dan tinggi gelombang 4.0-6.0 meter berpeluang terjadi di samudra pasifik utara Papua.

Olehnya itu kata Daniel, hal yang pelru dilakukan dengan rekomendasi BMKG dari tanggal 13 -19 april 2021 untuk daerah perairan Manokwari yakni waspada gelombang tinggi 2,5-4.0meter dan tidak melaut sampai ketinggian gelombang kembali rendah.

Kemudian untuk daerah pesisir pantai untuk waspada gelombang tinggi dan angin kencang yang dapat mencapai daerh pesisir serta waspada terhadap potensi terjadi banjir pesisir (Banjir ROB).

Dan untuk daerah daratan atau Manokwari umumnya untuk waspada terhadap hujan dengna intensitas sedang sampai lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang, Menghindari lereng-lereng bukit terjal yang dapat terjadi longsor.

Selain itu juga, menghindari daerah-daerah lembah sungai yang dapat terjadi banjir bandang, menghindari pohon-pohon lebat dan sudah tua yang dapat tumbang karena angin kencang serta melancarkan aliran air dari hulu sungai sampai hilir, parit-parit dan lainnya guna mengantisipasi luapan air.(R)

Pos terkait