Mambor Minta Gerakan Pangan Murah Digencarkan untuk Tekan Inflasi di Wondama

WASIOR – Bupati Teluk Wondama Hendrik Mambor minta jajarannya mempersiapkan langkah-langkah untuk pengendalian inflasi daerah tahun 2023.

Antara lain dengan rutin memantau pergerakan harga barang pokok berikut stoknya di pasar. Juga melakukan gerakan pangan murah melalui operasi pasar maupun pasar murah.

“Kita perlu ada turun cek harga pasar, mungkin saya bersama Forkopimda jalan-jalan (ke pasar) sesekali untuk cek terutama kita mesti antisipasi Ramadan dan Idul Fitri.

Jangan tunggu dekat harinya baru gerak supaya harga itu bisa terkendali dari sekarang, “ kata bupati dalam rakor pengendalian inflasi di Gedung Sasana Karya kantor bupati Teluk Wondama di Isei, Selasa (24/1/2023).

Mambor juga minta dilakukan operasi pasar atau pasar murah jika di lapangan ditemukan terjadi kelangkaan stok barang kebutuhan pokok (bapok) yang mengakibatkan terjadi lonjakan harga.

Baca Juga :   Mayoritas Keluarga Miskin di Teluk Wondama Belum Tersentuh PKH

“Operasi pasar juga perlu disiapkan. Ini langkah-ini langkah untuk menjaga kenaikan harga, “ lanjut mantan Kepala Bappeda itu.

Tingkat inflasi di Kabupaten Teluk Wondama sejauh ini belum bisa diukur karena tidak termasuk dalam kota inflasi sesuai pemetaan BPS. Namun demikian laju inflasi di Wondama pada awal tahun 2023 diklaim masih terkendali.

Hal itu terpantau dari harga barang yang relatif stabil serta stok yang juga tersedia dalam kondisi cukup hingga beberapa bulan ke depan.

Meski begitu, bupati tetap meminta jajaran Pemkab agar menyiapkan skema pengendalian yang tepat sehingga tidak sampai terjadi kenaikan inflasi yang bisa berdampak buruk pada perekonomian daerah.

“Harus ada terobosan yang kita lakukan walaupun inflasi kita masih terkendali. Harga barang pokok memang terkendali dan stok juga aman tetapi tetap harus dipantau sampai ke distrik kepulauan maupun pedalaman, “pesan Mambor.

Baca Juga :   Kapolres Wondama Pimpin Ziarah Laut Jelang HUT RI ke-77

Kepala BPS Teluk Wondama Eliza Izack Pattikawa mengatakan inflasi di Wondama memang belum bisa diukur karena kota-kota di kabupaten berjuluk Tanah Peradaban Orang Papua itu tidak termasuk dalam kategori kota inflasi sesuai kriteria BPS.

Namun demikian tingkat inflasi di Wondama bisa diprediksi dengan membandingkan harga barang di Manokwari sebagai kota inflasi di Provinsi Papua Barat.

“Sehingga harga barang di Teluk Wondama tidak boleh berbeda jauh dari Manokwari, “ujar Pattikawa.

Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Teluk Wondama Ekbertson Karubuy dalam kesempatan itu melaporkan harga bapok di Wondama sejak awal Januari hingga memasuki minggu ketiga relatif stabil.

Demikian pula stok bahan pangan masih terbilang cukup aman.

“Harga untuk 20 komoditi pangan di bulan Januari ini masih stabil terutama untuk di kota Wasior dan wilayah semenanjung (daratan). Kalau di pulau dan pedalaman nanti bisa kita bisa cek bersama, “ papar Ekber. (Nday)

Pos terkait