Launching BIAN, Edi Budoyo Minta Dinkes dan Puskesmas Pastikan Layanan Imunisasi Menjangkau Semua Anak

  • Whatsapp

MANOKWARI, Kabartimur.com- Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) resmi dilaunching oleh wakil bupati Manokwari, Drs Edi Budoyo di Posyandu Kasuari Resque Halaman Kantor Basarnas Kabupaten Manokwari, Rabu, (18/5/2022) yang ditandai dengan pemberian imunisasi Folio kepada perwakilan 2 anak balita.

Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) merupakan upaya kolaboratif terintegrasi yang bertujuan untuk menutupi kesenjangan cakupan imunisasi yang semakin melebar.

Adapun Sasaran BIAN di Kabupaten Manokwari adalah anak usia 9 bulan hingga 12 tahun yang meliputi pemberian imunisasi tambahan Campak Rubela pada semua sasaran 9 bulan sampai 12 tahun dan Khusus bagi sasaran yang berusia 12-59 bulan juga akan mendapatkan imunisasi kesar(cards) PVPV dan DPT-HB-HIB apabila status imunisasinya belum lengkap.

Bacaan Lainnya

Bupati Manokwari dalam sambutannya yang dibacakan oleh wakil bupati, Drs Edi Budoyo menyampaikan bahwa, Imunisasi adalah salah satu inovasi yang melindungi kesehatan diri sendiri kesehatan diri sendiri, keluarga dan orang disekitar kita.

“Berkat imunisasi, anak-anak tumbuh sehat dan lebih terlindungi dari beragam penyakit menular yang dapat mematikan” ujarnya.

Budoyo mengatakan, Saat ini pemerintah berupaya memulihkan cakupan yang hilang akibat gangguan kegiatan imunisasi terkait covid-19 dengan menyelenggarakan bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di tahun 2022 dan BIAN di kabupaten Manokwari akan dilaksanakan pada Mei hingga Juni 2022. Pelayanan imunisasi BIAN akan diberikan pada seluruh fasilitas kesehatan seperti puskesmas, posyandu, paud, tk/ra dan sd/MI.

Budoyo menghimbau kepada masyarakat yang memiliki anak usia 9 bulan sampai kurang dari 12 tahun untuk membawa anak-anaknya dengan mendatangi posyandu untuk melengkapi imunisasi anak dan begitupun untuk anaknya yang sudah SD memastikan telah mendapatkan imunisasi campak-rubella disekolah.

“Tidak usah ragu dan khawatir membawa anaknya karena vaksin yang digunakan dalam pelaksanaan BIAN ini adalah vaksin imunisasi yang rutin yang selama bertahun-tahun diberikan ke anak-anak pada saat pemberian imunisasi ketika bayi. Jadi vaksin yang digunakan aman dan telah digunakan sejak dulu terbukti dan mampu memberikan kekebalan terhadap anak dalam mencegah penyakit anak seperti divteri, tetanus campak, rubella dan folio” ungkap Budoyo.

Menurutnya, Program yang telah dijalankan selama ini terbukti memberikan perlindungan terhadap anak dari penyakit berbahaya sehingga kita harus memastikan layanan imunisasi tidak boleh tertunda dan berhenti.

Pihaknya meminta kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk memastikan program dan layanan imunisasi dijalankan tepat waktu dan menjangkau semua anak serta memastikan program imuniasi ini teranggarkan dalam APBD.

“Program imunisasi adalah tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Untuk itu saya minta peran kepala distrik, lurah dan kampung untuk berpartisipasi aktif dalam capaian UCI (Universal Child Immunizzation) yakni minimal 95 persen bayi di kelurahan atau kampung telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap agar terdapat kekebalan terhadap anak-anak kita sehingga terhindar dari penyakit difteri, tetanus, campak, rubella, dan polio” harap Budoyo.

Sebagai informasi, mulai hari ini (18/5/2022) pelaksanaan BIAN telah dimulai diseluruh Kabupaten Manokwari. Budoyo meminta peran semua tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas, kader posyandu dan para stackholder untuk terlibat secara aktif dalam pelaksanaan BIAN tahun 2022. Semua pihak dapat menjalin koordinasi dan kolaborasi yang efektif dan efisien untuk mendukung pelaksanaan BIAN.

“Pemerintah daerah mengapresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan berjuang untuk membebaskan anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) dengan melengkapi imunisasi di Kabupaten Manokwari” pungkas Budoyo mengakhiri sambutan.(Ver/Red)