Kurang Surat Suara di TPS, Bawaslu Wondama Sebut Bentuk Kelalaian KPUD

  • Whatsapp

WASIOR – Sejumlah TPS di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat mengalami kekurangan surat suara pada pelaksanaan pencoblosan Pemilu Serentak, 17 April lalu.

Seperti di TPS 01 Manopi, Distrik Wasior yang kekurangan 10 surat suara DPRD, TPS Dotir kekurangan puluhan surat suara DPD hingga yang terbanyak di TPS Kampung Yopmeos, Distrik Windesi yang kekurangan 96 surat suara presiden dan wakil presiden.

Ketua Bawaslu Teluk Wondama Menahen Sabarofek dalam konferensi pers di kantor Bawaslu di Wasior, Kamis (18/4) menyatakan, adanya kekurangan surat suara merupakan bentuk kelalaian KPUD.

“Kami nyatakan ini bentuk kelalaian. Yang sebenarnya ada penyortiran di tingkat distrik (kecamatan) supaya bisa meminimalisir terkait dengan kekurangan yang terjadi. Tetapi langsung ke TPS tidak bisa menjamin surat suara itu lengkap. Inikan pemilu bisa terganggu, “ kata Mena.

Bawaslu menilai kekurangan surat suara terjadi karena KPUD tidak menjalankan mekanisme penyortiran logistik pemilu secara bertingkat sebelum dikirim ke TPS. Penyortiran atau penghitungan surat suara hanya dilakukan di tingkat KPUD selanjutnya diisi dalam kotak dan langsung disegel dan baru dibuka pada hari pencoblosan di TPS.

“Yang seharusnya disortir di PPD (tingkat distrik/kecamatan) dulu sehingga ada kekurangan sudah bisa diantisipasi di situ. Beruntung kemarin di tempat yang bisa dijangkau jadi bisa cepat (diatasi). Kalau seperti itu kan otomatis kita tidak bisa menjawab daerah-daerah yang jauh dalam hal kekuarangan ini, “ ucap Mena.

Oleh karena itu, Bawaslu akan memberikan masukan kepada KPU Teluk Wondama agar memperbaiki mekanisme penyortiran logistik pemilu agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Jadi kami akan beri masukan dan koreksi kepada KPU terkait teknis penyelenggara, “ imbuh Mena yang juga pernah menjadi Ketua PPD Wasior dalam pemilu sebelumnya. (Nday)

Pos terkait