Kualitas Udara Wondama Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat Akibat Kabut Asap, Warga Diimbau Pakai Masker

WASIOR, Kabartimur.com – Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyelimuti wilayah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat  dalam beberapa hari terakhir semakin pekat. Di kota Wasior dan sekitarnya, kabut asap mengepung hampir seluruh wilayah kota membuat jarak pandang menyusut jauh hingga sekitar 300-an meter saja.

Berdasarkan Nilai Ambang Batas (NAB) polusi udara yang dilansir Stasiun Pemantau Atmosfer Global Sorong, kualitas udara di Kabupaten Teluk Wondama pada 9-11 Oktober 2026 masuk dalam kategori sangat tidak sehat dan berbahaya.

Mengantisipasi dampak asap Karhutla terhadap Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama melalui Surat Edaran Bupati Nomor: 100.3.4.2/3079/BUP-TW/X/2026 memberlakukan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah terhitung mulai 8 Oktober 2026.

            Hal yang sama juga diberlakukan bagi sekolah-sekolah. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga melalui Surat Edaran Nomor memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran daring untuk semua satuan Pendidikan di Kabupaten Teluk Wondama terhitung mulai 8 Oktober 2026.

Baca Juga :   Resmikan Menara Lonceng Gereja Maranatha Iriati, Bupati Mambor : Semoga Jadi Berkat

            Pemkab Teluk Wondama melalui Surat Edaran Bupati Nomor: 3072/BUP-TW/X/2026 juga mengimbau warga selalu menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah demi menghindari dampak buruk yang ditimbulkan asap Karhutla.

Kabut asap yang semakin tebal dan pekat mulai berdampak pada aktivitas masyarakat. Warga juga kuatir asap yang pekat akan membawa dampak buruk pada kesehatan. Selain itu jarak pandang yang terbatas dikuatirkan akan bisa memicu kecelakaan baik di darat maupun di laut.

            “Asap tebal sekali jadi kitorang mau jalan-jalan sekarang ini jadi kuatir takut nanti ada apa-apa dengan kesehatan juga bisa-bisa dapat tabrak karena jarak pandang hanya sedikit saja, di mana-mana semua putih saja, “ujar Maya Leihitu, warga Kampung Maniwak, Distrik Wasior. (Nday)

Pos terkait