Kelanjutan Terminal Wosi, Pemda Manokwari Bersama Pemilik Hak Ulayat Terminal Wosi Gelar Pertemuan

  • Whatsapp

MANOKWARI- Menindaklanjuti pembangunan terminal Wosi, Pemerintah daerah kabupaten Manokwari bersama dengan Masyarakat Pemegang/ Pemilik Ulayat Pasar dan Terminal wosi melakukan pertemuan di ruang Aula Sasana Karya Kantor Bupati (29/4/2021).

Turut hadir dalam Pertemuan tersebut bupati Manokwari, pimpinan OPD terkait, Asisten l dan puluhan warga perwakilan dari pemilik hak Ulayat.

Kepala dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan kabupaten Manokwari, Alberth Simatuppang dalam Laporannya menyampaikan bahwa terkait kelanjutan pembangunan terminal wosi tahun 2021 mengingat Manokwari merupakan ikon papua barat sebagai ibukota dan Manokwari sebagai kota pertama peradaban di tanah Papua, maka pembangunan sarana fasilitas transportasi darat dalam hal ini terminal sangat dibutuhkan untuk arus transfortasi kendaraan guna mengatur kedatangan dan pemberangkatan yang memadai, sehingga diharapkan dapat membantu mobilitas masyarakat dalam meningkatkan perekonomian maupun sektor pariwisata.

Sehubungan dengan itu pihaknya terus membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi melalui dinas perhubungan sehingga di tahun 2020 pembangunan terminal Wosi dimulai dan T.A 2021akan kembali dilanjutkan pembangunan.

” Kita upayakan ada tempat pemarkiran kendaran Hilux sehingg jika pembangunannya selesai Hilux akan dimasukkan dalam terminal agar tidak menganggu arus lalulintas dijalan utama seperti keluhan masyarakat selama ini” kata Simatuppang.

Simatuppang menjelaskan bahwa dengan adanya pembangunan terminal Wosi berdampak pula kepada masyarakat selaku pemilik hak ulayat namun pada prinsipnya masyarakat menyatakan sikap bahwa sebelum aspirasi diselesaikan pemerintah daerah, pembangunan terminal Wosi tidak boleh dilanjutkan.

Aspirasi yang dimaksud yakni , menyelesaikan janji alm. bupati Drs Esau Sesa dimasa kepemerintahannya yaitu pembangunan 5 unit rumah senilai Rp 100 miliar dan areal kuburan senilai Rp 20 milyar degann total yang harus dipenuhi oleh pemerintah adalah Rp.120 miliar.

Adapun Solusi yang telah dilakukan yakni telah bersama masyarakat telah melakukan pertemuan dengan masyarakat pada Senin 12 April 2021 laku di Terminal Wosi dan hasil pertemuan yakni masyarakat sangat mendukung program pemerintah dan mengharapkan Pemkab Manokwari harus menyelesaikan janji tersebut.

Menyikapi itu, Bupati Manokwari, Hermus Indou dalam arahannya menyampaikan bahwa demi kelangsungan pembangunan terminal dan penyelesaian hak Ulayat diterminal Wosi ada beberapa prinsip yang harus menjadi perhatian dalam penyelenggaraan program pembangunan pemerintah dan tujuan pembangunan muaranya ke masyarakat dimana semua kegiatan yang dibangun oleh pemerintah tidak bisa membuat masyarakat sengsara dan kehilangan hak-haknya akan tetapi dengan adanya pembangunan tersebut bisa meningkatkan perekonomian masyarakat terutama kepada warga wosi.

Bupati mengharapkan bahwa apa yang dikerjakan oleh pemerintah pada prinsipnya membutuhkan partsipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan namun disatu sisi masyarakat dan pemeirntah tidak boleh menghilangkan hak-hak tetapi disisi lain masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam pembangunan.

Bupati mengungkapkan bahwa Pembangunan yang dilakukan sering menuai ketidaksamaan persepsi yang berbeda dari berbagai pihak, namun Prinsipnya apa yang dilaksanakan harus berdasarkan aturan atau regulasi yang berlaku.

” Pembangunan dilakukan Guna meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat tetapi partisipasi masyarakat juga harus sejalan dengan ketentuan aturan yang berlaku dan sangat dibutuhkan sehingga tidak dianggap salah Dimata hukum” kata Bupati.

“Kita berharap akan mencarikan solusi sebaik-baiknya namun disatu sisi warga harus merelakan hak Ulayat untuk pembangunan terminal tetapi sisi lain ada janji yang belum terpenuhi dan harus kita lakukan dengan aturan main yang berlaku, dan Solusi terbaik masyarakat harus merasa aman dan memberikan dukungan positif dalam mensuskseskan pembangunan” Tandas Bupati (R)

Pos terkait