Jumat Agung dan Kesunyian Tempat Ibadah, Ribuan Umat di Paroki Santo Agustinus Beribadah Secara Online

  • Whatsapp

MANOKWARI- Sebagian warga di dalam Kota Manokwari Ibukota Papua Barat pada Jumat 10 April 2020 pagi hingga siang itu nampak bersiap-siap melakukan Ibadah Jumat Agung dan merupakan salah satu ritual dalam perayaan Paskah bagi umat Kristiani di seluruh Dunia, warga ditemui di pinggiran jalan dengan berpakaian rapi sembari menunggu transportasi.

Sementara di dua Gereja Khatolik yang merupakan representatif tempat Ibadah Umat Khatolik di Manokwari seperti Paroki Imanuel Sanggeng dan Paroki Santo Agustinus di jalan Brawijaya saat di datangi, nampak sunyi dari umat, tidak seperti biasanya seperti Jumat Agung di Tahun-tahun sebelumnya.

Normalnya seperti perayaan Paskah di Tahun sebelumnya, ketika memasuki Jumat Agung seperti saat ini umat Katolik di pagi hari sudah melakukan peristiwa jalan salib sembari berdoa dan merenung ketika setiap perhentian yang dilalui Yesus Kristus berjalan menuju Golgota, ada 14 perhentian, sampai pada peristiwa pemakaman.

Baca Juga :   Kota Manokwari Dipenuhi Spanduk dan Baliho, Bupati Ambil Langkah Tegas

Kemudian setelah itu pada pukul 15.00 wit atau jam 3 sore digelar perayaan puncak dari Jumat Agung, ibadah untuk mengenang sengsara dan wafat Yesus Kristus, pada malam Jumat agung biasanya umat menggelar doa baik di rumah maupun di gereja, berjaga sebagaimana biasanya berasa Bunda Mariah.

Bagi umat Khatolik, perayaan Paska Tahun 2020 mengambil tema, Bermartabat dalam Hidup, ekonomi rumah tangga, kesejahteraan sosial dalam Rumah Tangga.

“Tema ini sudah kami refleksikan saat sebelum paska atau pra paska, saya kira tema ini sudah gumuli oleh umat dan masyarakat, karena seluruh pergumulan kita juga harus ditunjang dengan ekonomi yang baik, tentu kita berjuang agar kehidupan ekonomi rumah tangga yang bermartabat” Kata Pastor Paroki Santo Agustinus, Brawijaya Pr. RD. Januarius Vaenbes Jumat 10 April 2020.

Dia mengatakan, salah satu kerinduan namun bersinggungan dengan perasaan umat tatkala Pandemi Corona Virus Disease Covid19 ini tepat dalam perayaan Paskah 2020. Virus ini kata dia mewabah dan menjadi kecemasan umat di seluruh dunia, termasuk imbasnya dirasakan di Manokwari Papua Barat.

Baca Juga :   Imunisasi MR di Manokwari Capai 7,75 Persen

“Sebagai satu bentuk kontribusi aktif kita untuk memutus mata rantai pandemi virus corona ini, kita mengikuti himbauan pemerintah yang berjibaku melawan virus ini, teristimewah kita boleh angkat topi kepada teman-teman medis yang berada di Garda depan menghadapi virus corona” ujarnya.

Melalui keputusan Uskup Mgr. Datus Hilarion Lega, Keuskupan Manokwari-Sorong yang ditujukan kepada para pemimpin umat di seluruh Paroki-Paroki dilingkup Keuskupan Manokwari Sorong supaya mendukung penuh pemerintah dalam upaya pencegahan virus corona.

“Bentuk dukungan Konkrit terhadap pemerintah adalah supaya kita tidak merayakan Ekaristi, Jumat Agung termasuk perayaan Paskah dengan berkumpul di rumah ibadah seperti biasanya” Kata Pastor Januariius Vaenbes.

Maka lebih lanjut kata dia, bahwa pihaknya meminta kepada umat agar melakukan ibadah perayaan di rumah masing-masing, ini kemudian telah di Patuhi oleh umat dilakukan sejak tanggal 23 Maret 2020 lalu dengan beribadah di rumah dan diikuti melalui saluran televisi maupun secara online.

Baca Juga :   Bupati Manokwari Melakukan Peletakan Batu Pertama Mesjid Bustanul Sholihin Wasegi Indah Prafi Manokwari

“Menindak lanjuti surat himbauan dari Keuskupan Manokwari-Sorong, kita sudah menghimbau kepada ribuan umat di Paroki Santo Agustinus Brawijaya mengikuti ibadah melalui saluran live di sosial media maupun televisi yang di gelar pada masing-masing rumah” jelasnya.

Pastor kemudian bermunajat memohon kepada Tuhan di hari Jumat Agung itu agar bangsa Indonesia terutama Masyarakat di Wilayah Papua Barat khusus di Manokwari agar terhi dar dari wabah virus corona yang melanda.

“Segala upaya kemanusiaan kita sudah lakukan namun pada akhirnya saya mau mengingatkan bahwa bersama Tuhan kita menyelesaikan segala-galanya.” kata Januariius Vaenbes sembari mengingatkan umat terhadap kesadaran yang telah di upayakan oleh Pemerintah sebagai Wakil Tuhan di muka bumi. (AD)

Pos terkait