Hari Kesiapsiagaan Bencana di Wasior, BPBD Gelar Simulasi Pertolongan dan Evakuasi Korban

  • Whatsapp

WASIOR – Kabupaten Teluk Wondama termasuk wilayah dengan kerentanan bencana tinggi di Provinsi Papua Barat. Bencana banjir dashyat pada 4 Oktober 2010 yang menelan ratusan korban jiwa menjadi salah satu bukti nyata.

Itu sebabnya membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana menjadi bagian penting yang perlu terus dilakukan untuk membentuk masyarakat sadar bencana.

Hal tersebut menjadi pesan utama Hari Kesiapsiagaan Bencana Papua Barat yang diselenggarakan BPBD Provinsi Papua Barat bersama BPBD Kabupaten Teluk Wondama di Taman Masasoya Topai Wasior, Jumat (26/4).

Hari Kesiapsiagaan Bencana Papua Barat tahun 2019 mengusung tema ‘Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita’.

“Kita bisa hidup harmoni dengan bencana dengan cara kita perkuat pengurangan resiko bencana, kita perkuat kesiapsiagaan masyarakat untuk hadapi bencana. Karena bencana itu kita bisa atasi dengan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, “ ucap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua Barat Derek Ampnir.

Dalam kesempatan itu digelar simulasi pertolongan dan evakuasi terhadap korban bencana oleh tim reaksi cepat yang melibatkan berbagai instansi Yaitu BPBD, Basarnas, TNI/Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan serta kelompok siaga bencana kampung.

Simulasi tersebut merupakan bagian dari upaya membentuk kesiapsiagaan masyarakat termasuk perangkat pemerintah daerah dalam menghadapi bencana. Masyarakat bisa mengetahui cara menolong dirinya manakala terjadi bencana. Dengan begitu korban bencana bisa diminimalisir.

“Bagaimana melatih kita semua di sini, semua pemangku kepentingan di sini mengambil tangung jawab saat bencana terjadi. Karena bencana itu datangnya tidak diundang. Tamu yang tidak diundang tapi datang itu bagaimana caranya, caranya adalah kita harus siap, “ lanjut mantan Plt Bupati Teluk Wondama pada 2010 ini.

Wakil Bupati Paulus Indubri saat memberi sambutan mengakui upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat Wondama dalam menghadapi bencana sejauh ini belum dilakukan secara maksimal. Hal itu tampak dari kebijakan anggaran untuk urusan kebencanaan yang diakuinya masih relatif kecil.

“Kami di Wondama kalau terjadi peristiwa yang sama seperti 2010 maka pasti akan memakan korban yang hampir sama. Karena mempersiapkan sumber daya kita itu belum kita lakukan secara terstruktur dalam setiap tahunnya, “ ucap Indubri.

Wabup juga mengakui sarana prasarana untuk penanggulangan bencana yang dimiliki Pemda masih sangat terbatas. Karena itu, dia menekankan ke depan hal tersebut harus mendapat perhatian tersendiri.

“Hari Kesiapsiagaan Bencana yang dilakukan di Wondama ini untuk mengingatkan kami semua penyelenggara pemerintahan, TNI/Polri dan lainnya memang sudah sewajibnya bagi kita bermimpi besok pagi bencana. Kalau itu berarti kesiapsiagaan pasti kita lakukan secara dini, “ kata orang nomor dua Wondama ini. (Nday)

Pos terkait