Harga Bawang, berangsur Naik 7-10 ribu/kg. Namun Petani Masih Merugi

  • Whatsapp

 

ENREKANG kabartimur, –Perubahan harga bawang merah di pasaran pasca kedatangan Menteri Pertanian Amran Suleman di Kabupaten Enrekang nampaknya belum memberikan arti kepada Petani bawang pada umumnya, para pedagang masih membeli dengan harga 7.000 ribu hingga 10 ribu/kg.

 

Sekalipun harga sudah berangsur naik namun sejumlah petani masih tetap merasa mengalami kerugian yang tidak sedikit bahkan sejumlah warga petani bawang tidak akan menanan hingga adanya perubahan harga sesuai dengan janji Pak Menteri.

 

“Hasil panen kemari kami sudah jual namun harganya hanya 7.000/kg yang besar, kalau yang agak kecil masih ditawar Rp. 2.000 hingga Rp. 3.000/kg. hanya bawang pilihan saja yang sudah mencapai Rp.. 10.000/kg.”keluh Jono warga dusun Belalang, Kelurahan Mataran, Kecamatan Anggeraja . yang ditemui dirumahnya, Ahad, 22 Oktober 2017.

Baca Juga :   Kepsek Diharapkan Lebih Perhatikan OperatorDapodik

 

Diantara sebahagian petani yang tidak akan menanam kali ini dengan alasan menunggu adanya perubahan harga, seperti yang di ungkapkan H. Achmad Deri, yang memilih menunda penanaman dengan alasan rugi, diperparah dengan harga bawang yang baru terjual miliknya, pembayarannya tidak tunai tapi pembayarannya menunggu hasil penjualan dari para pedagang baru dibayar.

 

“Saya mungkin menunda dulu untuk menanan kali ini, pasalnya selain rugi, modal juga sudah menipis, sementara harga bawang yang baru diambil pedagang kemarin, sebanyak 1 ton lebih belum dibayar juga, dari pada ditahan saja, yah bisa2 busuk tambah rugi lagi,!!, karena itu bawang tidak bisa disimpan lama selain susut juga berpotensi membusuk”kesal Ahmad.

 

Ditempat terpisah salah seorang pengamat bawang merah yang sekaligus juga petani di Kecamatan Anggeraja, Hendrayana mengatakan bahwa kenaikan bawang sekarang bukan pengaruh Instruksi Pak Mentan, alasannya bahwa naik turunnya harga sudah terjadi selama ini, dirinya hanya mengharapkan kepada Ketua Asosiasi Petani bawang Merah Kabupaten Enrekang setidaknya melakukan langkah langkah sebagai tindak lanjut dari Intruksi Kementerian Pertanian.

Baca Juga :   Maddusila Gagal Dilantik jadi Raja Gowa

 

“Memang harga kelihatannya sudah mulai naik, namun saya melihat bukan karena pengaruh Intruksi Mentan karena kondisi seperti ini sudah sering terjadi, yang jelas petani rugi, siapa lagi tempat mengadu, sampai kapan petani harus menunggu, seharusnya kalau memang ada Asosiasi Petani Bawang di Enrekang, sebagai representasi Petani bawang, melakukan upaya upaya tindak lanjut, agar tidak terkesan pembiaran”harap Hendra. (Zaini).

 

Ket. Gambar  : Sejumlah Kelompok tani binaan sedang menuai bawang.

Foto tumpukan bawang merah siap eksport ke Vietnam, saat Festival bawang, namun harga bawang belum stabil seperti apa yang di Intruksikan Mentan Amran Suleman.

Pos terkait