DAP Wilayah lll Doberay Gelar Seminar Regional Papua Barat

  • Whatsapp

SORONG-Seminar sehari Regional Papua Barat yang dimediator oleh Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay dengan Thema: ” Bedah Otsus Papua yang berpihak dan Berkeadilan bagi Masyarakat Adat Papua”  berlangsung di Aula kantor Klasis GKI Sorong  , Sabtu (26/1).

Seminar ini dihadiri langsung oleh Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari , Dr. Filep Wamafma SH selaku pemateri.
Seminar yang diselenggarakan tersebut membahas mengenai Otsus.

Ketua DAP wilayah lll Doberay Paul Finsen Mayor, mengatakan bahwa banyak pasal dan ayat serta Bab di UU no. 21/21 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua yang mengatur tentang Keberpihakan, Pemberdayaan, Penghormatan dan perlindungan terhadap hak-hak dasar orang asli papua diabaikan dan dilupakan sehingga  kedepannya akan dilihat dan dicarikan  solusi terbaik bagi Rakyat Papua.

“Banyak elemen masyarakat adat memang sudah jenuh dan merasa bosan dengan Janji-janji manis Otsus oleh sebab itu Otsus apabila ingin diubah atau apapun itu wajib mengajak masyarakat adat untuk duduk bicara” kata Finsen.

Baca Juga :   Satresnarkoba Polres Manokwari Kembali Bongkar Produkdi Miras CT

Sementara Filep Wamafma, dalam pemaparannya menyampaikan tentang Apa dan kenapa harus ada Otonomi Khusus dan latar belakang dibentuknya Otsus lalu dilanjutkan dengan tata kelola pemerintahan adat yang sesuai dengan amanat UU Otsus Papua yang sampai saat ini sudah berjalan selama18 tahun.

Selain itu melalui seminar tersebut peserta  juga menanyakan tentang Pemberian gelar Anak Adat kepada Orang Non Papua.

Menyikapi hal tersebut Filep, yang juga tim peneliti hukum Adat mengatakan bahwa pemberian Gelar Anak Adat tidak boleh bersifat atau berlatar belakang Motif Kepentingan Politik dan Upeti tetapi ada mekanisme yang didalam Dewan Adat sudah diatur dan bersifat sakral sehingga tidak sembarang memberikan gelar anak adat kepada seseorang karena ada moment tertentu.

Seminar tersebut  dihadiri peserta lebih dari 100 orang yang terdiri dari kepala Suku Se-Sorong Raya, Tokoh Pemuda, Perempuan, dan mahasiswa yang diakhiri dengan Penyerahan Buku Hukum Adat Arfak dari Filep Wamafma kepada salah satu perwakilan Pemuda Papua yaitu Leo Idji.

Baca Juga :   Melayani Pasien Positif Corona Ruang Bersalin RSUD Manokwari Ditutup Selama 14 Hari

Pos terkait