Catatan Bawaslu Wondama Soal Pendaftaran Paslon : Protokol Kesehatan dan Paslon Independen Warna Baru Demokrasi Wondama

  • Whatsapp

WASIOR – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Teluk Wondama punya catatan khusus terkait pelaksanaan pendaftaran bakal pasangan calon untuk Pilkada 2020 yang secara resmi ditutup pada pukul 00.00 WIT, Minggu malam.

Pertama berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan virus corona atau Covid-19. Berdasarkan pengawasan di lapangan, Bawaslu menilai semua pasangan calon yang terlibat dalam pendaftaran masih belum tertib dalam penerapan protokol covid-19.

Hal itu terlihat dari adanya tumpukan massa dalam jumlah besar terutama di posko pemenangan. Akibatnya kerumunan tidak terhindarkan sehingga berpotensi menjadi sarana penularan Covid-19. Banyak massa pendukung juga tampak tidak menggunakan masker.

“Kami melihat pelaksanaan dari kontestan yang datang daftar berdampak pada protokol kesehatan yang tidak tertib. Karena terdapat pendukung yang berkerumun baik di sekretariat juga yang berjalan menuju KPU, “kata Ketua Bawaslu Menahen Sabarofek dalam pernyataan pers usai penutupan pendaftaran di kantor KPU Teluk Wondama, Minggu malam.

Adapun khusus di kantor KPU Teluk Wondama yang menjadi tempat pendaftaran, Bawaslu menilai protokol kesehatan telah dijalankan dengan baik.
Mulai dari kewajiban menggunakan masker, tersedia tempat mencuci tangan dengan air mengalir, pengecekan suhu tubuh juga penyemprotan disinfektan secara berkala. KPU juga membatasi jumlah orang yang mendampingi pasangan calon saat mendaftar.

“Oleh karena itu kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dan terus menaatai protokol kesehatan dan terbuki KPU sudah menjalankan protokol kesehatan dengan baik, “ujar Mena.

Hal kedua yang menjadi catatan Bawaslu terkait dengan hasil yang didapat dari tahapan pendaftaran bakal pasangan calon. Seperti diketahui terdapat empat bakal pasangan calon yang diterima pendaftarannya oleh KPU karena dokumen pencalonan maupun syarat calon telah dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat.

Mereka adalah pasangan Hendrik Mambor-Andarias Kayukatuy (HEMAT) yang maju melalui jalur independen, pasangan Paulus Indubri-Kuro Matani (IDAMAN) yang diusung PKS, PPP, NasDem dan Perindo, pasangan Elysa Auri-Fery Auparay (A2) yang diusung PDIP, PKPI dan PSI serta pasangan petahana Bernadus Imburi-Zeth Marani yang membawa panji partai Golkar, Demokrat, Hanura dan Gerindra.

Kehadiran pasangan independen, menurut Mena akan menghadirkan warna baru dalam kancah perpolitikan di Wondama. Pihaknya berharap hal itu akan mendorong meningkatnya partisipasi politik masyarakat dalam Pilkada 9 Desember nanti.

“Pendaftaran ini menjadi catatan sejarah yang unik. Baru pertama kali kontestan ada 4 pasang. Dan hal yang terbaru juga adalah adanya paslon independen. Ini merupakan sejarah baru bagi demokrasi di Wondama, “ucap sarjana hukum lulusan Universitas Sam Ratulangi Manado itu. (Nday)

Pos terkait