Bupati Tana Toraja Kunjungi Korban Sambaran Petir di Lembang Buakayu

  • Whatsapp

KABARTIMUR TANA TORAJA –Ketiga Warga Lembang Buakayu Kecamatan Bonggakaradeng yang meninggal dunia akibadisambar Petir 04/04/2018, ditengah sawah dikunjungi Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae didampingi Sekertaris PUPR, Kepala BPBD Tana Toraja dan Kadis Sosial dan sejumlah rombongan lainnya, Kamis, 05/04/2018.

Setibanya di rumah duka di Bena’ Lembang Buakayu, Bupati Tana Toraja disambut oleh Camat Bonggakaradeng bersama dengan ketiga keluarga korban yang semuanya masih keluarga dekat.

Dalam sambutannya Bupati Tana Toraja menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya ketiga anak yang disambar petir tersebut. Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap diberi kekuatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, jelas Nico sedih.

Nico mengajak keluarga korban untuk tetap menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena semua kejadian ini tidak pernah kita impikan dan ini adalah kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, jelas Nico

Atas nama Pemerintah Kabupaten Tana Toraja “turut berbagi duka” atas peristiwa yang menimpa keluarga di tempat ini, dan mari kita meningkatkan kewaspadaan terhadapa cuaca hujan yang meningkat di beberapa tempat di Tana toraja.

Semntara Dua Korban selamat Merianti Kamali (kelas 12 IPS SMA 7 Tana Toraja) dan Aril Waldi Paliwanana SMPN 2 Bonggakaradeng, menceritakan kalau sekitar Pukul 04.00 Wita, kami sudah mau pulang, tiba-tiba hujan keras. Sehingga kami berdiri berjejer lima orang disamping pondok untuk meminta kantong plastik tempat menyimpan HP ke nenek yang ada di dalam pondok, tapi nenek menjawab tidak ada, masukkan saja di tasnya nenek.

Belum sempat HP dimasukkan ke tas nenek tiba-tiba petir sudah menyambar kami berlima dan ketiga sepupu saya sudah jatuh, sementara saya dua orang terlempar ke dalam kolom pondok, karena tinggi pondok dari tanah sekitar 1 meter. Beruntung kami dua orang tidak terlalu parah, hanya luka hitam di tangan dan kaki, jelas Merianti sedih saat diwawancara Kabartimur.Com di Rumah Duka.

Ketiga sepupu saya yang disambar petir saat berteduh di pondok di tengah sawah masing-masing, Suprianti Ittang (16 tahun), SMA 7 Tana Toraja Kelas 11 IPA, Adelia Oyan Panggalo (15 tahun), SMPN 2 Bonggakaradeng, dan Almidayanti Sulo (13 tahun) juga SMPN 2 Bonggakaradeng kelas 2, jelas Merianti Kamali (titus)

Pos terkait