Bupati Manokwari Tawarkan Solusi Terakhir Bagi 8 Pemilik Rumah di Bandara Rendani

  • Whatsapp

MANOKWARI– Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan, memberikan solusi tawaran terakhir kepada 8 pemilik rumah di Bandara Rendani yang belum bersedia menerima uang konpensasi atas pengosongan lahan untuk perluasan areal parkir Bandara Rendani.

Solusi terakhir yang ditawarkan Bupati adalah mengalihkan uang kompensasi Rp.150 juta, dialihkan untuk membeli rumah subsidi (DP).
Menurut Demas, solusi tersebut adalah solusi terbaik dan terakhir yang diberikan sebelum adanya tindakan pengosongan.

“Terkait 8 orang yang belum menerima uang kompensasi, kami tawarkan solusi berikan rumah subsidi, karena mereka minta rumah. Jadi, uang kompensasi ini yang nanti dialihkan ke rumah subsidi. Tapi, kalau sudah terima rumah, tidak terima uang lagi. Saya pikir ini solusi terbaik,” kata Demas kepada wartawan usai melakukan pertemuan bersama stakeholder membahas pengosongan rumah warga di kantor bupati, Senin (30/7).

Demas menerangkan, tawaran rumah subsidi ini, belum final, karena masih harus mendapatkan respon maupun tanggapan dari 8 warga dimaksud.
“Saya sudah telepon pihak pengembang rumah Subsidi, sudah ada 8 rumah yang sudah siap, tapi ini belum final, karena masih harus minta tanggapan dari delapan orang ini, untuk itu, ada utus RT, lurah dan distrik untuk ketemu warga sampaikan hasil pertemuan ini,” terang Demas.

Demas menjelaskan, bila nanti 8 orang dimaksud menerima tawaran pemberian rumah subsidi, maka dengan sendirinya pengosongan akan dilakukan.
“Kami berterimakasih juga kepada 8 warga yang sudah terima uang konpensasi karena sudah dengan sendiri mengosongkan rumahnya sendiri, sehingga kita tidak lakukan yang nantinya bentrok di lapangan,” terang Demas.

Orang nomor satu di Pemkab Manokwari ini menegaskan, sedianya tidak ingin mengganggu kehidupan masyarakat, namun karena adanya kebutuhan pembangunan Bandara Rendani, maka terpaksa dilakukan pengosongan.
“Siapa juga yang mau ganggu orang yang sudah tidur enak, tapi karena ada perkembangan Bandara biar kedepannya daerah ini maju, jadi saya berharap masyarakat bisa menerima hal ini untuk mendukung program pemerintah untuk perluasan Bandara Rendani, karena pemerintah juga memikirkan soal kemanusian,” tandas Demas.

Sementara, Kapala Tata Usaha (KTU) UPBU Rendani Manokwari, Sugeng Hadi, menerangkan pekerjaan perluasan areal parkir sudah dilelangkan dengan status tidak mengingat, sehingga pihak ketiga sudah siap bekerja bila lokasi sudah steril.
Sugeng berharap, pengosongan areal dimaksud segera terlaksanakan, karena waktu pekerjaannya tinggal menyisahkan 5 bulan lagi.

Pos terkait