Bupati ‘Dituduh’ Dalang Dibalik Misteri Kematian Sumiati, Warinussy Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku Sebenarnya

  • Whatsapp

MANOKWARI- Pengungkapan misteri kematian Tenaga Honorer Dinas Kesehatan Manokwari sejak ditemukan meninggal (7/3-2020) terkesan lama sehingga menyebabkan spekulasi dan tuduhan muncul di ruang publik, salah satu yakni plt Bupati Manokwari Edy Budoyo yang dituduh oleh LSM LAPAN melalui pesan Whatsapp.

“Spekulasi dan tudingan bermacam-macam seperti yang dialamatkan kepada Bupati Manokwari ini karena pengungkapan pelaku pembunuhan Almarhum Sumiati oleh Polisi sejauh ini terlalu lamban” Kata Yan Warinussy Direktur LP3BH Manokwari.

Dia mengatakan, untuk menjawab asumsi publik terkait dalang dan pelaku pembunuhan Sumiati Simanullang, tersebut tentu kuncinya ada pada penyidik kepolisian Resort Polres Manokwari, mereka harusnya segera menetapkan tersangka dan menyeret ke sel tahanan.

“Harus secepatnya di ungkap siapa pelakunya berapa orang dan siapa dalangnya” Jelas Warinussy.

Sesungguhnya penyidik segera mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (SP.Sidik) serta Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

“Yang saya tahu bahwa penyidik sudah kirim SPDP pertama tanpa nama tersangka, selanjutnya sesuai prosedur hukumnya, penyidik akan kirim SPDP kedua yang sudah ada nama tersangka.” katanya sembari mempertanyakan, apa lagi yang ditunggu? Biar jelas terungkap mengenai motif dari peristiwa hukum kematian korban tersebut.” kata dia.

Pegiat HAM di Tanah Papua itu melihat hal ini dari sisi pidana dengan tudingan LSM LAPAN tersebut kepada plt Bupati Edy Budoyo mestinya penyidik kepolisian menelusuri kebenaran dan keakuratan isi pesan dari LAPAN kepada mantan Pjs Bupati Manokwari Selatan itu.

“Saya justru melihat dari sisi hukum pidana bahwa penyidik bisa menelusuri kebenaran dan keakuratan dari isi pesan whatsapp LAPAN kepada Plt.Bupati Manokwari tersebut.” sembari mengemukakan bahwa Caranya dengan menggali informasi sebanyak mungkin dari saksi-saksi yang dimiliki penyidik saat ini.” Tuturnya

Sebelumnya Mantan Kapolres Manokwari AKBP. Dedy Faury Millewa menerangkan bahwa berdasarkan hasil otopsi yang diterima dari Laboratorium Forensik terdapat lebih dari 2 orang yang diduga pelaku pembunuhan Pegawai horor di Dinas Kesehatan itu. (AD)

img class="details-image" src="https://kabartimur.com/wp-content/uploads/2020/05/GARIS-PUTIH.png" draggable="false" alt="">

Pos terkait