Buka Muscab IBI Teluk Wondama, Bupati Mambor Apresiasi Peran Bidan Tekan Kematian Ibu dan Bayi

  • Whatsapp

WASIOR – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Teluk Wondama menggelar musyawarah cabang ke-II, Senin (11/10).

Muscab IBI yang mengusung tema ‘Bidan Garda Terdepan Mengawal Kesehatan Maternal Neonatal Melalui Germas dan Pelayanan Berkualitas’ dibuka secara resmi oleh Bupati Hendrik Mambor.

Dalam sambutannya, Bupati Hendrik Mambor mengapresiasi peran para bidan dalam pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Teluk Wondama khususnya dalam menekan angka kematian ibu dan bayi serta stunting.

“Bidan selalu mengabdikan diri untuk kemanusiaan. Bidan memiliki peran penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Mau jam berapapun kalau ada yang datang panggil bahwa ada ibu yang mau melahirkan, bidan pasti pergi karena tidak mungkin persalinan disuruh tunda dulu,”ujar Mambor.

Bupati berharap selain memilih kepengurusan yang baru untuk periode 2021-2026, Muscab IBI dapat menghasilkan program kerja yang baik dan bermanfaat untuk peningkatan kualitas layanan kesehatan di Wondama.

Sebelumnya, Ketua IBI Cabang Teluk Wondama Yohana Wainira melaporkan jumlah bidan di Kabupaten Teluk Wondama dari tahun ke tahun terus bertambah.

Pada 2016 jumlah bidan baru sebanyak 68 orang dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 144 orang. Perinciannya 79 orang berstatus PNS, 59 honorer dan 6 orang tenaga magang.

Para bidan itu tersebar pada sejumlah fasilitas layanan seperti di RSUD, Puskesmas serta Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di wilayah terpencil dan pelosok terjauh.

Mewakili para bidan, Yohana berharap bupati memberi perhatian khusus kepada para bidan khususnya bagi bidan honorer yang mana sebagian diantaranya telah cukup lama mengabdikan diri sebagai bidan desa di daerah-daerah terpencil.

“Besarnya harapan kami kiranya bapak dapat menolong bidan honorer ini menjadi bidan ASN. Kami tidak menuntut tanda jasa, harapan kami adalah kami bisa pensiun sebagai ASN,”ucap Yohana.

Ketua IBI Provinsi Papua Barat Carolina Rita Apalem mengatakan di masa pandemi Covid-19 tantangan yang dihadapi para bidan dalam melaksanakan tugas semakin berat.

Bidan dituntut untuk tetap memberikan pelayanan kebidanan yang terbaik kepada para ibu hamil juga bayi dan balita sehingga sangat rentan untuk terpapar virus corona.

“Sejak pandemi Covid-19 ini ada 500 bidan yang meninggal dunia. Kami sangat berduka cita untuk mereka, “ucap Carolina.

Muscab IBI Teluk Wondama direncanakan berlangsung dua hari di mana pada hari terakhir akan dilakukan pelantikan Ketua dan pengurus IBI terpilih. (Nday)

Pos terkait