Basarnas Manokwari Gelar Pelatihan SAR Daerah

  • Whatsapp

MANOKWARI-Kantor  Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari menggelar Pelatihan Sar daerah bersama  Potensi Air yang digelar selama dua hari di Hotel Mansinam Beach dan Dermaga Cokram, (21-22 oktober 2020).

Kegiatan pelatihan tersebut dibuka oleh Pjs bupati Manokwari Roberth Rumbekwan di hotel Mansinam Beach Rabu (21/10).

Ketua  panitia latihan dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk menyatukan pola pikir dan pola tindak dalam menyelenggarakan operasi sar kecelakaaan kapal dan juga meningkatkan koordinasi dalam mendukung keberhasilan penyelenggaran operasi sar.

Adapun sasaran kegiatan tersebut demi terwujudnya koordinasi  dan sinergitas dalam penyelenggaran dalam operasi sar dan terlaksanya  operasi sar yang cepat tepat dan handal.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 50 peserta terdiri 30 orang dari Basarnas dan 20 potensi dan panitia menyiapkan pelayanan medis.

Sedangkan materi latihan  yang dipaparkan  dalam pelatihan tersebut yakni materi pemaparan yang disampaikan oleh  kepala kantor Basarnas, manjemen posko, simulasi dan administrasi.

Sementara itu, Pjs bupati manokwari, Roberth Rumbekwan dalam penyampaiannya mengatakan bahwa semakin meningkatnya perekonomian di manokwari dengan sendirinya  akan meningkatkan transportasi sebagai urat nadi perekonomian dan peningkatan kegiatan transportasi ditengah perubahan cuaca yang sulit diprediksi sehingga  akan meningkatkan pula kerawanan terjadinya kecelakaan dibidang transportasi.

Sebagaimana kerawanan itu harus diantisipasi dengan penyediaan layanan jasa  pencarian pertolongan (SAR).

“Upaya peningkatan kemampuan personil sar harus ditingkatkan salah satunya melalui latihan sar daerah yang melibatkan kantor sar dan instansi-instansi potensi sar yang ada di Papua barat secara khusus daerah Manokwari” kata Rumbekwan.

Karena dengan melibatkan instansi berpotensi sar maka operasi sar dapat dilaksanakan secara terkoordinasi dan terencana sehingga terbangun kesamaan langkah dalam penyelenggaraan operasi yang terpadu dan komprehensif.

Pihaknya berhraao kepada instansi teknis terkiat  untuk memantau standar keselamatan transportasi pada umumnya dan pada khususnya pelayar agar benar-benar memperhatikan kelayakan pelayaran dan mengarahkan prakiraan cuaca yang disampaikan olrh badan  meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG).

Rumbekwan menyebut bahwa berdasarkan  data Basarnas Manokwari, operasi sar terkait kecelakaan kapal hingga september 2020 telah mencapai  11kasus yang didominasi  perahu dan kapal nelayan.

“Untuk itu perlu kebersamaan untuk ikut berpartisipasi  dalam mensosialisasikan kepada para nelayan  di daerah ini dan merupakan peran sebagai pemerintah yang memiliki pulau khususnya  yang berada di wilayah administrasi kab.Manokwari”harap Rumbekwan.(R)

Pos terkait