Periode Bupati Hanya 3 Tahun, Pasangan BERIMAN : Pilih yang Pengalaman, Jangan yang Coba-Coba

  • Whatsapp

WASIOR – Calon bupati Teluk Wondama petahana Bernadus Imburi menyatakan dengan masa tugas yang hanya tiga tahun akan sulit bagi pemenang Pilkada 2020 untuk bisa mewujudkan visi dan misi yang diusung terlebih bagi kandidat nonpetahana.

Diketahui, jikalau tidak ada perubahan aturan maka periode kepemimpinan bupati dan wakil bupati Teluk Wondama hasil Pilkada 2020 memang hanya 3 tahun yakni dari 2021 sampai 2024.

Adapun rencananya pada 2024 akan digelar pemilu serentak secara nasional yaitu Pilpres, Pileg juga Pilkada tingkat kabupaten/kota dan Pilkada gubernur.

Menurut Imburi yang berpasangan dengan Zeth B. Marani (BERIMAN), tiga tahun adalah waktu yang sangat singkat untuk bisa menunaikan semua janji politik yang disampaikan semasa kampanye.

Karena itu dia mengajak masyarakat Wondama untuk mau melihat secara realitis bahwa Wondama akan sulit bergerak cepat jika tongkat komando pembangunan diambil oleh orang baru.

“Saya akui Torey (mendiang Alberth Torey – bupati pertama Teluk Wondama) hebat. Kaka dia sudah pimpin Wondama 12 tahun tetapi masih banyak yang tertinggal dan saya datang selesaikan.
Saya sudah pimpin kita hampir 5 tahun inipun banyak yang belum selesai. Apalagi yang baru maju baru mau coba-coba, “kata Imburi dalam kampanye terbatas di Kampung Moru Distrik Wasior, Kamis (22/10/2020).

Di hadapan massa pendukung, calon bupati nomor urut 2 ini mengakui masih banyak agenda pembangunan yang belum mampu dituntaskan dalam periode pertama kepemimpinan dirinya. Hal itu pula yang menjadi alasan dia maju kembali dalam periode kedua.

“Saya minta maaf karena pasti banyak kekurangan selama saya pimpin Wondama sudah mau 5 tahun ini. Maka itu pilih kami dua supaya kami akan lanjutkan dan tuntaskan yang belum beres-beres itu, “ucap Ketua DPD Golkar Teluk Wondama itu.

Sang calon wakil bupati Zeth Marani yang juga adalah mantan wakil bupati Teluk Wondama periode 2010-2015 mengharapkan masyarakat untuk tidak mudah terbuai dengan visi misi maupun program kerja yang ditawarkan para kandidat.

Marani minta masyarakat untuk jeli menilai dan mempertimbangkan dari berbagai aspek termasuk apakah janji-janji yang disampaikan itu bisa diwujudkan dalam kurun waktu kepemimpinan yang hanya 3 tahun.

“Jangan mudah percaya orang yang bilang mau bangun ini bangun itu. Ada paslon yang bilang mau naikkan TPP (tambahan penghasilan pengawai), itu uang dari mana. Apalagi sampai sekian persen, itu mau ambil uang dari mana. Belum jadi bupati jangan tipu rakyat ini dulu. Nanti jadi bupati pasti lebih tipu lagi, “sindir eks Kabag Hukum Setda Teluk Wondama kelahiran 1956 ini. (Nday)

Pos terkait