Banyak Guru Tidak Aktif Bertugas, Sekda Aser Waroy Usul Dibuka Lowongan Khusus Guru yang Mau Menetap di Kampung

WASIOR, Kabartimur.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat, Aser Waroy minta Dinas Pendidikan melakukan pengawasan rutin terhadap kinerja para guru terutama yang bertugas di di wilayah pesisir, kepulauan dan pedalaman.

Sekda merasa prihatin dengan banyaknya sekolah di wilayah pesisir dan kepulauan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya lantaran para guru jarang berada di tempat tugas.

Dari monitoring lapangan yang dilakukan pada pertengahan Januari 2026 lalu, Sekda menemukan fakta banyak sekolah di kampung-kampung belum melaksanakan aktivitas belajar mengajar.

Penyebabnya karena banyak guru  yang belum berada di tempat tugas pasca liburan Natal dan Tahun Baru.

“Saya baru selesai keliling cek sekolah-sekolah di distrik dan kampung di pesisir dan pulau-pulau. Sangat disayangkan sekali, banyak sekolah belum berjalan karena tidak ada guru. Dinas Pendidikan harus monitor ini, “kata Waroy saat meresmikan gedung baru SMPN Dotir, Distrik Wasior, baru-baru ini.

Baca Juga :   Kampanye Akbar di Wasior, Perindo : Kami Sudah Kerja Nyata, Bukan Baru Berjanji

Sekda bahkan mendorong perlunya dibuka lowongan khusus untuk guru yang mau menetap di kampung-kampung.

“Dinas pendidikan monitor guru baik dan buka lamaran bagi guru yang mau tinggal dan menetap di kampung. Supaya didik anak-anak itu pintar tahu baca.

Kalau SD kelas IV tidak tahu baca kasih turun (tidak naik kelas terus), “ucap Ketua PSW Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Kabupaten Teluk Wondama ini.

Dinas Pendidikan juga diminta menata ulang penempatan guru agar tidak menumpuk di dalam kota. Serta memberlakuan sangsi yang tegas bagi guru yang malas bertugas.

“Kalau guru terlalu banyak di sekolah mana, pindahkan lain. Kalau guru tidak mau menetap di sana (kampung), kasih berhenti.

Atau tidak kamu buka lamaran untuk guru yang mau menetap di kampung. Cari guru yang mau menetap di kampung supaya bisa angkat (kualitas) anak-anak kita ini,” tandas mantan Kepala Dinas Perhubungan ini.

Baca Juga :   Warga Protes Oknum DPRD Wondama Tidak Ikut Dikarantina Padahal Baru Tiba dari Zona Merah Covid-19

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Herman Auri pada kesempatan yang sama, mengakui ketidakaktifan guru merupakan permasalahan klasik yang dihadapi dunia pendidikan Teluk Wondama.

Kondisi itu disebabkan banyak faktor. Diantaranya karena keterbatasan sarana dan prasarana penunjang di sekolah sehingga guru tidak betah bertugas. Juga karena minimnya tenaga pengawas sekolah.

Untuk itu, menurut Herman, pihaknya akan terus berupaya agar persoalan guru yang kurang aktif bertugas bisa diselesaikan.

Salah satu opsinya adalah menempatkan staf Dinas Pendidikan menjadi semacam tenaga pengawas sekolah untuk memonitor dan melaporkan aktivitas yang berlangsung di sekolah.

“Di tahun ini kita akan membenahi itu. Kita akan upayakan orang dari dinas ikut turun ke sekolah-sekolah untuk memonitor langsung aktivitas di setiap sekolah. Biar permasalahan yang ada di sekolah dong tahu,” ujar Herman.

Baca Juga :   Wasior Krisis BBM, PNS Tidak Bisa Ngantor, Nelayan dan Tukang Ojek Libur

“Langsung melekat sudah (di sekolah) karena kitong punya pengawas yang ada ini memang kitong kekurangan. Baik sarana, person juga kurang, “lanjut mantan Kabid Aset pada BKAD Teluk Wondama ini. (Nday)

Pos terkait