Ada Apa Dengan DPP PAN?

  • Whatsapp

MAKASSAR- Komitmen DPP PAN untuk mendukung Ichsan Yasin Limpo (IYL) di Pilgub Sulsel ternyata hanya isapan jempol. Dia yang memulai memberi “gula”, namun dia pula yang justru mengkhianat sebelum pertempuran. Lalu ada apa sebenarnya dengan sikap angin anginan DPP PAN?

Benarkah ada tekanan besar sampai rela menampar muka sendiri? Padahal sejak Ketua Umum DPP Zulkifli Hasan memberi pernyataan dukungan, DPW dan DPD langsung menjalankan instruksi dengan menyosialisasikan IYL yang maju berpasangan dengan Andi Mudzakkar (Cakka).

Dugaan adanya tekanan besar tercermin dari serangkaian rentetan konstalasi Pilgub Sulsel. Sejak partai ini mempertegas sikapnya ke IYL, gangguan juga terus menghampiri. Targetnya menutup pintu IYL agar tidak maju di Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Fakta terbaru, yakni pernyataan Ketua POK DPP PAN Yandri Susanto, Rabu (20/09/17) yang mengakui jika partainya mengalihkan dukungan ke Nurdin Abdullah (NA) yang dikabarkan mendapat restu istana. Dalihnya, parpol pengusung IYL belum cukup.

Padahal dua hari sebelumnya, Yandri justru mempertegas sikap partainya tetap di IYL-Cakka. Selain alasan sudah mengintruksikan kader, juga partainya punya hubungan baik dengan keluarga Yasin Limpo.

Sumber di internal PAN menyebut, pernyataan Yandri dua hari sebelumnya ke media, hanya ingin mengalihkan opini jika ada tekanan besar yang masuk ke DPP. Pasalnya, pernyataan memberi batas waktu melengkapi kursi, hanya akal-akalan.

Mengingat, rekomendasi berpasangan ke NA dan kakak Amran Sulaiman yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekjen, justru dikeluarkan terhitung tanggal 13 September 2017. Artinya, Yandri memberi pernyataan seolah-olah mengingatkan IYL untuk melengkapi syarat kursi, setelah partainya mengalihkan dukungan ke kandidat lain.

Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi saat dikonfirmasi, tidak menampik jika ada kekuatan yang mengganggu partainya. Meski demikian, ia bersama sejumlah pengurus lain tetap di komitmen awal di IYL-Cakka.

“Saya tetap di IYL-Cakka,” tegas Kahfi yang juga wakil ketua DPRD Sulsel saat dikonfirmasi mengenai sikapnya di Pilgub Sulsel.

Selain Kahfi, sejumlah Ketua DPD PAN memilih bakal mengabaikan ketidakkonsistenan elitnya di pusat. Bahkan, mereka siap pasang badan untuk tetap di IYL-Cakka. Alasannya mereka sudah sehati dengan duet yang dikenal komitmen tersebut.

Pos terkait