Sejumlah proyek TA. 2015 mulai ambruk, GPMM harap Kadis PU dan Ketua DPRD Mamasa dicopot

  • Whatsapp

Makassar– Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Mamasa (GPMM) kembali mengecan keras kinerja anggota DPRD Mamasa yang tak mampu melayangkan permohonan pencopotan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kabupaten Mamasa ke Bupati.

Pasalnya, peroyek pembangunan Gedung Wakil rakyat ini, dibangun dengan asal-asalan tanpa melihat unsur kualitas bangunan.

“Kami sangat heran dengna anggota DPRD daerah itu, khususnya Ketua DPRD Mamasa yang sekan melakukan pembiaran terhadap proyek asal-asalan tersebut yang menggunakan anggaran APBD Tahun 2015. Saat ini kondisi sejumla titik bangunan sudah rusak akibat diterjan angin kencang,” jelas Ketua GPMM Thambrin, saat diajak bincang-bincang, Sabtu (13/2).

GPMMpun berharap Ketua DPRD Mamasa dicopot, karena diduga kuat tak menjalankan fungsinya untuk bisa melayangkan protes terhadap kinerja Dinas PU Mamas dan pihak kontraktornya.

“Warga Mamasa menganggap ini bentuk kelalaian Ketua DPRD dalam menjalankan fungsinya dan mengontrol Dinas PU. Selain proyek pembangunan Kantor DPRD Mamasa dikerja asal jadi, sejumlah proyek lainpun yang ada di Mamasa,proses pekerjaaannya hanya dikerjakan dengan asal-asalan,” tambah Ketua GPMM.

Baca Juga :   Kisah Pura di Bawah Laut Bali

Adapun anggran pembangunan kantor wakil rakyat di Mamasa ka Thambrin, menelan anggaran sebesar Rp.11 Millar TA.2015, itu sudah mulai ambruk, dan telah menggunakan rangka ayam untuk menopang gedung tersebut.

GPMM kembali menontohkan salahsatu proyek asal kerja, yakni Proyek pengendalian Banjir dan Normalisasi Sungai Mamaa,dengan menggunakan APBN 2015 yang dikerj PT Putra Mayapada dengan nilai Rp34 Millar.

“Proyek ini sama dengan proses pembangunan Gedung DPRD Mamas asal jadi. Saat ini telah terlihat sejumlah titik bangunan (penahan air) sudah ambruk dan jebol. Ini menandakan bahwa DPRD Mamasa sangatlah tidak becus dalam mengawasi sejumlah proyek yang ada di Kabupaten Mamasa,” tambah Thambrin.

Iapun menduga ada permainan diantara sejumlah kontraktor dan anggota dewan. Saat ini sejumlah proyek miliar rupiah menuai kontroversi sejumlah masyrakat.

“Maka dari itu saya selaku ketua Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Mamasa mendesak dan meminta agar segerah mencopot ketua DPRD Mamasa karena dianggap lalai dalam menjalankan fungsi dan tugasnya dan meminta kepada aparat penegak hukum agar kiranya menyelidiki pimpinan PT putra Mayapada dan sejumalah antek-antek yang terlibat dalam proyek pengendalian Banjir dan Normalisasi, termasuk mencopot Kadis PU Mamasa,” pungkasnya.

Baca Juga :   Indonesia Berantas Riba (IBR) akan Dirikan Usaha Ummat Bebas Riba

Laporan: Malik

Pos terkait