Yayasan Aderi Perempuan Papua Latih UMKM OAP Produksi Sisir Bambu Khas Papua

Manokwari, kabartimur.com – Yayasan Aderi Perempuan Papua menggelar pelatihan pembuatan sisir bambu bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Orang Asli Papua (OAP). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Billy Jaya, Jalan Merdeka, Manokwari, Selasa (30/12/2025).

Ketua Yayasan Aderi Perempuan Papua, Laurina Waroi, mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan produk kerajinan tradisional sisir bambu sebagai ciri khas Orang Asli Papua, sekaligus meningkatkan daya saing UMKM lokal.

Bacaan Lainnya

“Sisir bambu merupakan produk kerajinan tradisional orang asli Papua yang telah digunakan sejak zaman nenek moyang hingga saat ini. Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong agar produk budaya ini dapat dikembangkan menjadi usaha bernilai ekonomi,” ujar Laurina dalam sambutannya.

Baca Juga :   Prajurit TNI AD Beri Kejutan Khusus HUT Polri, Bawa Tumpeng dan Kue Ultah ke Mapolres Wondama

Ia menegaskan, Yayasan Aderi Perempuan Papua berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian kerajinan tradisional Orang Asli Papua, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga dalam menjaga nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Menurut Laurina, sisir bambu merupakan salah satu warisan budaya Papua yang hingga kini masih dipertahankan. Kerajinan ini bahkan telah menjadi ikon budaya yang diminati wisatawan dan mampu mengangkat nilai kearifan lokal Papua.

“Proses pembuatan sisir bambu masih dilakukan secara tradisional oleh pengrajin UMKM. Desainnya pun khas dengan beragam motif tradisional, seperti motif geometris, flora, fauna, hingga motif suku-suku di Papua,” jelasnya.

Selain berfungsi sebagai alat untuk merapikan dan menghias rambut, sisir bambu Papua juga memiliki nilai estetika sebagai barang dekoratif maupun cendera mata.

Pada kesempatan tersebut, Laurina juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat yang dinilai konsisten mendukung pengembangan UMKM. Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut, terutama dalam memperluas akses pasar bagi produk-produk UMKM lokal.

Baca Juga :   Permohonan Kasasi Ditolak, Prof Marthen Napang Dijebloskan ke Rutan Salemba, Divonis 3 Tahun Penjara

“Kami berharap ke depan pemerintah dapat menyediakan ruang atau tempat khusus bagi seniman dan pengrajin Orang Asli Papua untuk memasarkan karya-karya mereka yang berbasis budaya lokal,” tambahnya.

Pelatihan ini menghadirkan pemateri dua orang yakni Antipas Nunaki dan Andarias Nunaki seniman dari Kabupaten Wondama yang memperkenalkan pembuatan sisir bambu khas Suku Wondama atau Wamesa. Sisir bambu tersebut dikenal unik dan berbeda dari sisir bambu pada umumnya, karena berbentuk rantai dan biasa digunakan dalam upacara adat Wondama.

Antipas menjelaskan, bahan baku sisir bambu berasal dari bambu betung atau bambu sayur yang telah tua. Proses pembuatannya meliputi pemotongan dan pengeringan bambu, pembelahan batang menjadi lembaran tipis, penghalusan, pembentukan sisir menggunakan alat tradisional, hingga pewarnaan alami dengan bahan lokal.

“Sisir bambu ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan berpotensi membantu perekonomian keluarga para pengrajin UMKM, karena dapat menjadi sumber penghasilan harian,” jelas Antipas.

Baca Juga :   HUT Mahkamah Agung ke 78 Tahun, Ketua Pengadilan Tinggi Papua Barat Harap Bisa Memberikan Pelayanan Prima

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menguasai keterampilan pembuatan sisir bambu serta menerapkannya dalam usaha masing-masing, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi sekaligus melestarikan budaya Orang Asli Papua. (Red/*)

Pos terkait