Wondama Semakin Terkenal Sejak FPR, Ratusan Turis Asing Datang ke Roon

  • Whatsapp

WASIOR – Festival Pulau Roon (FPR) rupanya berdampak positif terhadap perkembangan pariwisata Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat terutama di Distrik Roon.
Kepala Distrik Roon Yefta Siregar mengungkapkan, selepas FPR yang digelar akhir Juni 2018 lalu minat wisatawan khususnya wisatawan asing berkunjung ke Pulau Roon meningkat drastis.

Hingga Agustus 2018 tercatat sebanyak 107 turis dari berbagai negara berkunjung ke Pulau Roon untuk menikmati paket wisata yang disiapkan masyarakat setempat. Kehadiran para turis asing itupun mendatangkan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung warga pulau yang berada di kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC).

“Dari jumlah 107 orang wisatawan itu, paket-paket yang dijual masyarakat masih yang sangat sederhana yaitu paket tari-tarian dan gereja tua serta Alkitab tua dengan pendapatan yang mereka terima sebesar 12 juta (per kelompok), “ papar Yefta.

Yefta menyampaikan itu pada acara tatap muka masyarakat Distrik Roon dengan Bupati Bernadus Imburi dan Wakil Bupati Paulus Indubri di Kampung Niab, Selasa lalu.
Meningkatnya minat wisatawan asing ke Pulau Roon, lanjut Yefta merupakan peluang yang harus terus dijaga dan ditingkatkan. Terlebih karena selama ini sudah berulang kali kapal pesiar membawa turis asing masuk ke TNTC namun masyarakat sekitar nyaris tidak pernah merasakan manfaatnya.
0
Balai Besar TNTC mencatat sebanyak 5000 wisatawan asing sudah masuk ke TNTC dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini. Mereka umumnya hanya lewat di perairan Teluk Wondama menuju ke Kwatisore, Kabupaten Nabire untuk melihat atraksi wildshark atau Hiu Paus.

“Untuk itu mohon dukungan tahun 2019 kami akan selenggarakan kembali FPR dan mohon dukungan penuh dari bupati dan OPD teknis, “ ujar Yefta.
Bupati Bernadus Imburi menyambut baik capaian tersebut. Dia menekankan keamanan dan kenyamanan merupakan aspek penting yang harus tetap dijaga agar wisatawan betah dan mau datang kembali.

“Orang mau datang kalau dia nyaman, aman, tidak diganggu orang mabuk. Tidak bisa kita hanya mengandalkan pulau yang bagus ini, pasir yang bagus ini. Tapi kita orang-orangnya juga bikin hal yang bagus supaya mereka aman dan nyaman sehingga mau datang lagi, “ pesan Imburi. (Nday)

Pos terkait