Wondama Rawan Bencana, Kapolres Ajak Lintas Sektor Berperan Bangun Kesiapsiagaan Masyarakat

WASIOR – Kabupaten Teluk Wondama merupakan daerah rawan bencana terutama bencana banjir.

Karena itu upaya membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu terus digalakkan dengan melibatkan berbagai sektor sehingga diharapkan bisa terbentuk masyarakat Wondama yang tangguh bencana.

Harapan itu disampaikan Kapolres AKBP Yohanes Agustiandaru pada acara Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Alam tahun 2022 di Kabupaten Teluk Wondama di aula Polres Teluk Wondama di Isui, Kamis (29/9).

Rakor tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Andarias Kayukatuy dan dihadiri unsur Forkopimda juga perwakilan lembaga dan organisasi lintas sektor di Kabupaten Teluk Wondama.

“Diperlukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dari semua pihak selaku pengemban fungsi tanggap bencana untuk dapat mengantisipasi setiap kejadian bencana yang timbul guna mencegah dan meminimalisir timbulnya korban serta mempersiapkan penanganan tingkat lanjut, “kata Kapolres.

Baca Juga :   Tempat jualan ditutup, pedagang ngadu ke dewan

Lebih lanjut, Ndaru, panggilan karib Kapolres Teluk Wondama juga menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor mulai dari Pemda, TNI/Polri, relawan kebencanaan hingga masayarakat umum untuk ikut berperan aktif meminimalisasi terjadinya bencana juga untuk penguranan risiko bencana.

“Serta upaya meminimalisir dampak dari bencana seperti kerugian materil, korban jiwa serta kerusakan sarana dan prasarana umum lainnya, “ujar Ndaru.

Kapolres mengatakan dalam rangka pengurangan risiko bencana khususnya banjir, dia telah memerintakan jajaran di tingkat Polsek hingga Pospol untuk melakukan pemetaan daerah-daerah rawan bencana di wilayah masing-masing.

Juga melakukan monitoring untuk mengecek ketinggian muka air di setiap sungai/kali yang ada di wilayah setempat.

“Jadi kita asumsikan adanya kemungkinan terburuk (terjadi bencana). Tentunya kita tidak ingin hal tersebut terjadi tapi di sisi lain jika yang kita khawatirkan ini benar terjadi maka setidaknya kita sudah memiliki langkah yang tepat dan bisa meminimalisir baik itu korban jiwa maupun harta benda”, tambah Ndaru.

Baca Juga :   Wondama Sudah Banyak Perubahan, Elysa Auri Ingin Hadirkan Pemerintahan yang Mendengar dan Melayani

Wakil Bupati Andarias Kayukatuy meminta jajaran Pemkab Teluk Wondama agar memberi perhatian serius terhadap upaya penanggulangan bencana. Termasuk dalam rangka membangun kesiapsiagaan masyarakat.“Bencana itu datang kita tidak tahu jadi memang perlu sekali kerja sama lintas sektor untuk sama-sama bagaimana mencegah terjadinya dan juga bagaimana agar korban yang timbul itu tidak banyak, “kata Kayukatuy.

Sekedar diketahui Kabupaten Teluk Wondama terutama kota Wasior dan sekitarnya sudah merupakan daerah langganan banjir.

Bencana banjir bandang terbesar terjadi pada 4 Oktober 2010 silam yang mengakibatkan ratusan nyawa melayang dan memporakporandakan kota Wasior.  (Nday)

 

Pos terkait