Sudah Kantongi Pelepasan dari Menteri, 1.073 Ha Lahan di Wondama Segera Jadi Pemukiman Transmigrasi

  • Whatsapp

WASIOR – Pemkab Teluk Wondama menargetkan pembukaan satuan pemukiman (SP) transmigrasi baru di Werianggi, Distrik Nikiwar atau yang dikenal dengan SP-2 Werianggi dapat terealisasi pada 2020 atau paling lambat pada 2021.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Teluk Wondama I Wayan Redana mengungkapkan, Pemkab telah mengantongi izin pelepasan kawasan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Termasuk RKT (rencana kawasan transmigrasi) yang mendapat lampu hijau dari Kementerian Desa dan PDT.

“Untuk pelepasan kawasan sudah ada SK-nya dari Kemenhut sudah berikan pelepasan seluas 1.073 hektar diperuntukkan untuk transmigrasi, “ jelas Wayan usai membuka Sosialisasi dan Pendataan Potensi Calon Transmigrasi Lokal di Wasior, Sabtu (6/7).

Dia mengatakan masih dua dokumen persyaratan yang harus dilengkapi yakni RSKP (rencana satuan kawasan pemukiman) dan HPL (hak pengelolaan lahan). Jika kedua dokumen itu bisa tuntas dalam tahun ini maka pembukaan SP-2 Werianggi bisa dilakukan tahun depan.

“Saya sedang urus ini tapi untuk tahun depan ini kita masih tanda tanya karena dari sisi pendanaannya belum (ada). Karena untuk urus dua dokumen ini kita baru dapat dananya (APBD) di 2020, “ ujar Wayan.

Dia mengatakan, pihaknya membutuhkan dukungan anggaran dari APBD untuk membiayai kegiatan survey guna pembuatan dokumen RSKP dan HPL. Sementara dalam DPA 2019 tidak tersedia anggaran untuk kegiatan survey tersebut.

“Kalau memang saya dapat dana di 2019 (Perubahan APBD) berarti 2020 jadi. Tapi kalau saya dapat dana di 2020 berarti bisa terbuka di 2021, “ lanjut mantan Wayan menyebut pengusulan pembukaan SP-2 Werianggi telah dilakukan sejak 2017.


Sesuai perencanaan pada SP-2 Werianggi akan ditempatkan 220 KK transmigran lokal dengan porsi 70 persen penduduk lokal Papua dan 30 persen non Papua yang ber-KTP Wondama. Adapun di Werianggi sendiri telah dibuka SP-1 dengan jumlah transmigran sebanyak 150 KK sejak 2014 silam.

“Di Werianggi itu warga lokal semya sudah jadi warga trans (di SP-1). Jadi diharapkan untuk SP-2 ini dari Wasior dan sekitarnya yang mau mendaftar jadi trans lokal di sana. Karena ini tujuannya untuk bisa meningkatkan kesejahteraan warga lokal, “ ujar Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Transmigrasi Adhar dalam sosialisasi tersebut. (Nday)

Pos terkait