Sudah 4 Orang Meninggal di Sel Tahanan Rantepao, Akankah Ada Yang Ke-5

Toraja Utara, Kabartimur.com- Ditemukannya mayat seorang tahanan yang dilaporkan gantung diri di dalam Sel Polsek Rantepao menguak beberapa fakta baru, bahwa almarhum Natan (22 Tahun) tahanan yang diamankan oleh aparat atas laporan penganiayaan bukanlah orang pertama yang meninggal didalam sel.

Hanya saja, Wartawan sampai saat ini belum mendapatkan gambaran secara spesifik terkait penyebab meninggalnya tahanan sebelumnya meski sudah mencoba untuk melakukan konfirmasi ke Mapolsek setempat.

Bacaan Lainnya

” Kalau untuk itu, saya tidak bisa komentari karena saya baru di sini” Singkat panit 1 Opsnal Reskrim Rantepao, Ipda Akhmad Rony N saat dikonfirmasi Kabartimu.com di Mapolsek Rantepao Senin (3/4) kemarin

Informasi terkait kasus kematian didalam sel Tahanan Polsek Rantepao dibeberkan oleh salah seorang warga yang enggan namanya dimediakan, meski demikian dia mengaku punya bukti dan saksi yang cukup atas keterangannya tersebut.

Baca Juga :   JAM INTEL Jalin Kerjasama dengan Dirjen Imigrasi Terkait Pertukaran Data Informasi Serta Koordinasi Intelijen Penegakan Hukum

Warga tersebut kemudian berharap agar potensi adanya tindakan kekerasan terhadap tahanan baik itu dari pihak luar maupun dari dalam diri tahanan itu sendiri mesti disterilkan dari lingkungan seorang tahanan, Ia kemudian menggambarkan bahwa pakaian celana yang kenakan oleh tahanan pun terkadang harus dipastikan bahwa tidak akan dapat membahayakan mereka.

” Misalnya kalau celana panjang, biasanya yang kami dengar harus di potong karena itu bisa dipakai sebagai alat menghabisi nyawanya sendiri, dalam kasus almarhum Natan ini misalnya, celana yang dikenakan pun harus diperhatikan agar tidak berpotensi digunakan untuk menghabisi nyawa sendiri, apalagi sebenarnya kejadian ini menurut keterangan yang kami tampung bahwa ini kejadian sudah yang ke empat kalinya, seharusnya dari tiga kasus sebelumnya itu sudah bisa menjadi sebuah pelajaran penting untuk mengantisipasi segala kemungkinan, sayangnya” Katanya saat berbincang dengan Wartawan di salah satu tempat di Toraja Utara.

Baca Juga :   Biaya kuliah hendak dinaikkan, Mahasiswa Fakultas Pertanian UIT Makassar unjuk rasa

Kritikan yang sama disampaikan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Jhon Rande Mangontan, melalui sambungan Selulernya Jhon mengharapkan adanya perbaikan pelayanan dan pengawasan terhadap tahanan.

” Misalnya dalam kasus ini, perlu diperiksa, dari mana alat yang digunakan almarhum untuk menghabisi nyawanya, Sel Tahanan utama kenapa tidak dikunci, hal-hal ini kemudian akan menjadi bahan pertimbangan untuk memperbaiki sistem pengawasan” Katanya.

Jhon Rande Mangontan juga mengaku prihatin terkait tindakan Polsek Rantepao yang tidak secepatnya menghubungi pihak keluarga korban saat menemukan Tahanan tersebut gantung diri. ” Menurut saya itu kesalahan fatal dan perlu adanya penyelidikan mendalam” Tambahnya. (Red/*)

Pos terkait