Suami dan Istri Hamil 7 Bulan Positif Corona, Wondama Kembali Jadi Zona Merah

  • Whatsapp

WASIOR – Kasus konfirmasi positif virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat bertambah.

Sepasang suami isteri yang beralamat di Sanduai Distrik Wasior dipastikan positif Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan sampel swab menggunakan alat TCM (tes cepat molekular) di RSUD Teluk Wondama. Keduanya sejak Jumat, 3 Juli telah dirawat di ruang isolasi RSUD Teluk Wondama di Manggurai.

Tambahan dua kasus positif baru itu diumumkan Bupati Teluk Wondama selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 dalam jumpa pers yang digelar di kediaman dinas bupati di Manggurai, Jumat malam.
Bupati didampingi Kapolres AKBP Yohanes Agustiandaru selaku Wakil Ketua Gustu dan Direktur RSUD Teluk Wondama sekaligus Juru Bicara Gustu dr.Yoce Kurniawan.

Bupati mengatakan dengan tambahan dua kasus positif baru maka status Teluk Wondama kembali menjadi zona merah. Padahal sejatinya sejak 25 Juni lalu Wondama sudah kembali ke zona hijau menyusul kesembuhan tiga pasien positif serta dalam beberapa waktu terahir tidak terjadi penambahan kasus ODP, PDP maupun OTG.

“Ternyata pada hari ini (Jumat) data di daerah ini telah menunjukkan bahwa sudah ada 2 orang yang sesuai hasil pemeriksaan dinyatakan positif dengan demikian daerah ini tentu menjadi zona merah, “ ucap Imburi.

dr. Yoce menjelaskan, dua kasus positif baru adalah sepasang suami istri yang mana sang istri diketahui sedang hamil 7 bulan. Penemuan kasus positif itu berawal dari sang suami yang datang ke RSUD pada Kamis, 2 Juli dengan keluhan ada benjolan kecil di bagian kaki yang kemudian didiagnosa sebagai tumor jinak.

Si pasien lantas menjalani rapid test sesuai protap di RSUD dalam masa pandemi Covid-19. Hasil rapid menunjukkan yang bersangkutan reaktif sehingga diinapkan di ruang isolasi untuk dilakukan pengujian sampel swab.

Selanjutnya pada Jumat pagi dilakukan pengambilan sampel swab dan pengujian menggunakan TCM di laboratorium RSUD setempat. Akurasi alat TCM dalam menguji spesimen Covid-19 diklaim selevel dengan pengujian berbasis PCR. Hasilnya yang keluar yang bersangkutan dinyatakan positif corona.

“Tindak lanjutnya kita lakukan pemeriksaan erat serumah, ada 4 orang yaitu istri yang sedang hamil 7 bulan, 2 orang anak dan 1 mertua. Hasil swab-nya istrinya positif tapi kemudian dua anak dan satu mertua tidak, negatif.

Sehingga saat ini suami istri kita rawat di RS dan akan dilakukan tracing atau pemeriksaan lanjutan bagi kontak erat kalau masih ada dan di lokasi tempat pasien tinggal, “ jelas dr.Yoce.

Sejauh ini tim medis masih melakukan penelusuran untuk mengetahui dari mana sumber penularan yang membuat pasutri itu terpapar Covid-19. Sebab, berdasarkan pengakuan awal keduanya sudah sejak lama tidak pernah bepergian keluar Wondama dan tidak memiliki riwayat kontak erat dengan tiga pasien positif sebelumnya yang sudah sembuh.

Namun demikian, menurur dr.Yoce, hampir bisa dipastikan proses penularan diantara keduanya terjadi dari sang suami kepada sang istri atau melalui transmisi lokal. Karena itu masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dengan lebih disiplin lagi menjalankan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19.

“Marilah kita menjalankan protokol kesehatan itu lebih disiplin karena hampir dipastikan Teluk Wondama sudah terjadi transmisi lokal. Karena sudah menular antara suami dan istri sehingga protokol kesehatan harus benar-benar dilakukan, “ ucap dr.Yoce. (Nday)

Pos terkait