Simbol Kebersamaan, Guru dan Siswa di Wasior Makan Bersama Beralas Daun Pisang

  • Whatsapp

WASIOR – Para guru di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat merayakan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-74 dengan menggelar makan bersama secara massal yang melibatkan guru mulai PAUD/TK hingga SMA/SMK termasuk para siswa.

Uniknya, acara makan bersama ini dilakukan di lapangan terbuka tepatnya di Taman Masasoya Topai Wasior, Selasa, dengan daun pisang sebagai pengganti piring. Menu yang disajikanpun tergolong sederhana yaitu nasi, ikan asin dan sayur urap.

Acara makan massal ini diawali dengan jalan santai bersama dimulai dari Situs Rohani Bukit Aitumeiri menuju Taman Masasoya Topai.

“Dengan kegiatan ini, kami para guru di Teluk Wondama ingin menunjukkan kebersamaan kami sebagai guru. Satu senang semua senang, satu sakit semua sakit. Kami mau tunjukkan kami guru masih ada dan terus mengabdi untuk Wondama, “ ucap Frengki Semboari, guru SMPN Wasior selaku koordinator acara.

Wakil Bupati Paulus Indubri saat melepas rombongan jalan santai menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada para guru dan tenaga pendidikan lainnya yang telah mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak-anak Wondama selama ini.

Indubri berharap, meskipun dihadapkan dengan berbagai persoalan dan tantangan, para guru tetap setia memberikan layanan pendidikan dengan terus melakukan pembaharuan positif agar dari waktu ke waktu sektor pendidikan di Wondama semakin berkualitas dan maju.

“Saya berharap ada perubahan-perubahan (yang baik bagi dunia pendidikan Wondama) ke depannya. Saya juga berharap, talenta-talenta dari bapak ibu sekalian itu dipakai untuk memoles pendidikan di daerah ini, “ kata Indubri.

Harapan senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Hanok Mariai. Dia berjanji akan terus melakukan perbaikan dalam bidang pendidikan termasuk yang menyangkut kepentingan dan kesejahteraan para guru.

“Terima kasih kepada bapak dan ibu guru atas pengabdiannya selama ini. Kemajuan SDM Wondama ada pada bapak dan ibu guru, “ kata Mariai.

Adapun perayaan HGN yang seharusnya per 25 November diundur sehari karena bertepatan dengan pelaksanaan Forum Daerah Khusus dan Pameran Otonomi Khusus tingkat Provinsi Papua Barat di kota Wasior. (Nday)

Pos terkait