Siklon Tropis, Nelayan di Manokwari Diimbau Tidak Melaut

  • Whatsapp

MANOKWARI- Para Nelayan di Manokwari diimbau untuk tidak Melaut Untuk Sementara Waktu.

Hal ini diungkapkan, Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan (DPKP), Albert Simatupang, Kamis (15/4/2021).

Bacaan Lainnya

Terkait adanya bibit siklon Tropis yang berdampak juga ke Manokwari ini, sebelumnya Pemkab Manokwari telah menggelar pertemuan internal bersama BMKG dan OPD teknis terkait.

Dari pertemuan tersebut ada kesepakatan bersama bahwa OPD teknis, salah satunya DPKP akan membuat imbauan kepada para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut. Adapun dampak Siklon Tropis ini diperkirakan akan berlangsung sejak 13-19 April.

“Sehubungan dengan itu, sebagai masyarakat nelayan dan pengguna jasa transportasi laut bahkan yang tinggal dibibir pantai, dengan melihat dampak dari bibit siklon ini kami menghimbau untuk tetap waspada. Mari tetap waspada karena dampak ini akan menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang,” kata Simatupang.

Pihaknya pun telah memberikan imbauan kepada para nelayan melalui media elektronik RRI, dan segera membuat surat imbauan resmi secara tertulis dan akan diumumkan melalui RRI maupun media massa lainnya.

“Kita juga akan upayakan melalui mobil unit Kominfo agar dapat dibacakan di titik-titik nelayan,” Tandas Simatuppang

Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan saat ini Bibit Siklon Tropis di Utara Papua telah berkembang menjadi Siklon Tropis yang bergerak ke arah barat laut mendekati wilayah Filipina.

Penamaan siklon atau badai tropis Surigae ini dilakukan oleh Japan Meteorogical Agency (JMA), termasuk analisis dan pergerakannya. Sebelumnya bibit siklon ini bernama 94W.

Sebagaimana, Deputi Meteorologi menjelaskan, sebagai dampak tidak langsung Siklon Tropis ini mengakibatkan kecepatan angin di utara Sulawesi dan sekitarnya diprakirakan akan terus meningkat secara bertahap hingga puncaknya pada 18 April 2021.

Begitu juga dengan hujan yang akan mengguyur dengan intensitas ringan hingga sedang dan berpotensi hujan lebat untuk sepekan ke depan sebagai akibat dampak tidak langsung wilayah yg berdekatan dengan posisi siklon tropis.

Sedangkan tinggi gelombang laut akan mengalami peningkatan hingga puncaknya pada 18 April 2021.

Gelombang ini bahkan dapat mencapai kategori sangat tinggi (4,0 – 6,0 m) di wilayah Perairan Kepulauan Sitaro, Sangihe, dan Talaud, serta Laut Maluku bagian utara.

Pihaknya menuturkan, saat ini BMKG (TCWC Jakarta) terus memantau perkembangan Siklon Tropis Surigae tersebut.

Kepada masyarakat, diimbau untuk waspada dan tetap berhati-hati dengan potensi angin kencang, hujan lebat, dan dampak lanjutannya seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor (AK/*)

Pos terkait