Satu dari Tiga Penduduk Teluk Wondama Masih Hidup Miskin

  • Whatsapp

WASIOR – Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penduduk miskin di Kabupaten Teluk Wondama tahun 2018 sebanyak 10.547 jiwa atau sebesar 33,32 persen dari keseluruhan penduduk Wondama versi BPS yaitu 31.769 jiwa.

“Artinya satu dari tiga orang di Kabupaten Teluk Wondama hidup di bawah garis kemiskinan, “ ungkap Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Papua Barat Robert Ronytua Pardosi pada acara Sosialisasi IPM dan Kemiskinan di Gedung Sasana Karya, di Isei, Senin.

Dari sisi karakteristik demografi, rumah tangga (ruta) miskin di Teluk Wondama didominasi penduduk dengan usia produktif yakni 30 sampai 59 tahun yang mencapai 84,62 persen. Dengan komposisi 93,86 persen ruta miskin memiliki ART (anggota rumah tangga) 4 orang ke atas dan sisanya 6,14 persen memiliki ART kurang dari 4.

Untuk perumahan, BPS mencatat 77,24 persen ruta miskin di Wondama tinggal di rumah milik sendiri. Sebanyak 18,35 persen masih kontrak/sewa dan 3,29 persen tinggal di rumah dinas. Dari jumlah itu, sekitar 93 persen bangunan tempat tinggal ruta miskin di Wondama sudah beratap seng.

“Untuk bahan bakar utama terdapat 70,63 persen ruta miskin memasak dengan kayu bakar dan 29,37 persen pakai minyak tanah, “ jelas Robert.

Dari karakteristik pendidikan, sebanyak 48,49 persen ruta miskin tidak/belum pernah mengikuti pendidikan prasekolah. Yang berarti sekitar 5 dari 10 anak usia di bawah 10 tahun belum pernah mengikuti pendidikan prasekolah seperti PAUD dan TK.

“Karena itu yang kita rekomendasikan akses pelayanan dasar harus ditingkatkan terutama terhadap makanan, pelayanan kesehatan dan pendidikan. Juga perlu pengendalian harga barang untuk menjaga daya beli masyarakat, “ ucap Robert di hadapan para pimpinan OPD serta pejabat eselon III dan IV.

Namun demikian, secara umum angka kemiskinan di Wondama terus mengalami tren menurun. Tahun 2018 misalnya, turun sebesar 3,05 persen dari 2017 yang berada pada posisi 36,37 persen. Alhasil Wondama naik satu tingkat ke urutan 3 sebagai daerah dengan penduduk miskin tertinggi dari 13 kabupaten/kota di Papua Barat.

Tahun sebelumnya, kabupaten berjuluk Sasar Wondama masih berada pada urutan dua setelah Kabupaten Pegungunan Arfak. Maka dari itu, Wakil Bupati Paulus Indubri menginstruksikan semua jajaran Pemda agar terus menurunkan angka kemiskinan.

“Saya tegaskan kepada semua pimpinan OPD untuk terus menurunkan persentase angka kemiskinan secara serius sampai di bawah 10 persen, “ pesan Indubri sewaktu membuka sosialiasi tersebut. (Nday)

Pos terkait