Reses, Anggota DPRPB Sarlota Matani Kunjungi Kelompok Wirausaha Perempuan Wondama – Serap Aspirasi Warga

WASIOR, Kabartimur.com– Anggota DPR Provinsi Papua Barat (DPRPB) dari Fraksi Otonomi Khusus Sarlota Matani memberi perhatian khusus kepada kelompok wirausaha perempuan di Kabupaten Teluk Wondama.

Mama Ota, demikian dia biasa disapa, berkunjung dan bertatap muka dengan tiga kelompok wirausaha perempuan di Kabupaten Teluk Wondama saat melakukan reses di daerah itu mulai Senin, 24 Februari 2026.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Kampung Sararti, Distrik Naikere.

Mama Ota bersama dengan Ikatan Perempuan Wondama bertatap muka dengan kelompok ibu-ibu pengrajin noken sekaligus memberikan bantuan modal usaha.

“Saya memberikan bantuan modal untuk mendukung usaha yang dijalankan ibu-ibu di Sararti supaya bisa semakin maju, “kata Mama Ota ditemui di Wasior, Jumat (27/2/2026).

Dalam kesempatan itu, dia menerima laporan bahwa dalam satu pekan terakhir ada tiga bayi yang meninggal dunia saat dilahirkan.

Baca Juga :   Bantah Abaikan Perpres17/2019, Bupati Imburi: Tak Mungkin Saya Tidak Perhatikan OAP

Kematian bayi itu diduga karena proses persalinan yang masih menggunakan cara-cara tradisional tanpa didampingi petugas kesehatan.

“Pak Distrik (Naikere) juga melaporkan bahwa dalam satu minggu ini ada tiga bayi yang lahir meninggal. Jadi masyarakat minta kalau bisa ada Pustu supaya ada petugas yang bisa melayani masyarakat karena selama ini tidak ada Pustu, “ungkap Mama Ota.

Mantan Staf Ahli Bupati Teluk Wondama ini mengatakan dirinya akan mendorong agar secepatnya ada perhatian terutama pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kampung Sararti juga Distrik Naikere secara umum supaya kasus kematian bayi dan ibu hamil tidak terus berulang.

“Dorang (masyarakat) sangat butuh pelayanan medis, kesehatan. Terus mereka juga butuh kendaraan seperti ambulance supaya saat ada kondisi emergency bisa untuk membawa orang ke Puskesmas atau ke kota (Wasior), “ucap Mama Ota.

Baca Juga :   RS, Oknum Polisi Wondama Belum Tersangka Meski Tes Urine Positif Pakai Ganja

“Hal-hal ini nanti saya akan laporkan ke bapak bupati (Teluk Wondama) juga kepada Dinas Kesehatan Provinsi saat kami RDP (rapat dengar pendapat), “lanjut dia.

Werianggi dan Windesi

Lokasi kedua yang dikunjungi adalah Kampung Werianggi Distrik Nikiwar.

Mama Ota secara khusus bertemu serta memberikan bantuan modal kepada kelompok ibu-ibu Ayawata yang menekuni pengolahan buah pala.

Kampung Werianggi merupakan salah satu wilayah di Wondama yang dikenal sebagai penghasil pala terutama jenis Pala Banda.

Dari kunjungan itu, para ibu di Werianggi bersama warga mengusulkan pengadaan jaringan air bersih. Pasalnya warga setempat selama ini masih mengambil air langsung dari kali/sungai.

“Mereka sudah pernah gali sumur tapi katanya tidak ada air. Jadi dorang minta air bersih, “tutur Mata Ota.

Menjawab aspirasi tersebut, dia akan mengupayakan pembangunan jaringan air bersih dengan sistem pipanisasi sehingga lebih memudahkan warga.

Baca Juga :   Mambor-Andi Ingin Bantuan Keuangan Parpol di Wondama Ditingkatkan

“Saya akan upayakan buat pipanisasi. Jadi ada bak penampung besar baru dialirkan ke rumah masyarakat, “ujar Mama Ota.

Kampung Wamesa Tengah, distrik Windesi menjadi lokasi ketiga yang disambangi anggota DPRPB perwakilan Kabupaten Teluk Wondama dalam reses kali ini.

Mama Ota bertemu dan meninjau langsung kegiatan pengolahan ikan asin yang dijalankan ibu-ibu kelompok Kawi.

“Saya memberikan dukungan dana untuk usaha ikan asin yang dikelola Ibu-ibu Kawi supaya bisa terus berkembang, “kata tokoh perempuan Suku Besar Wamesa ini. (Nday)

 

 

 

 

 

 

Pos terkait