Puskesmas Belum Difungsikan, Ini Jawabannya Dinkes Pegaf

  • Whatsapp

Pegaf,- Sekretaris dinas Kesehatan kabupaten Pegunungan Arfak, Christian Retuadan, angkat bicara mengenai rawat inap Puskesmas Anggi yang belum di fungsikan.

Menurutnya, puskesmas yang dibangun pada tahun 2016 lalu ini, belum difungsikan karena alat kesehatan (alkes) yang digunakan untuk sebuah rawat inap belum memadai. Sementara anggaran untuk pengadaan alkes tidak ada pada tahun ini.

“Puskesmas rawat inap memang sudah jadi, tapi alat kesehatan untuk rawat inap tidak ada yang lengkap,” kata Christian saat ditemui di distrik Anggi, Senin (1/72019).

Christian menuturkan, untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat, sebuah puskesmas rawat inap harus mempunyai alkes yang memadai. Puskesmas Anggi sendiri merupakan puskesmas percontohan dikabupaten Pegaf, yang diketahui belum memiliki rumah sakit umum daerah. Sementara, alat kesehatan yang memadai disebuah puskesmas rawat inap, akan mengurangi kemungkinan malpraktek oleh tenaga medis yang bertugas.

“Kami telah masukkan usulan pada tahun 2018 lalu, supaya rawat inap ini di fungsikan, tapi Anggaran tidak mencukupi, jadi itulah kendalanya” ungkapnya.

Selain itu, jumlah tenaga medis yang ada di puskesmas Anggi masih jauh dari kata ideal untuk sebuah puskesmas rawat inap. Saat ini puskesmas yang berada di jantung kota distrik Anggi hanya memiliki 25 orang tenaga medis. Sementara menurut Cristian jumlah tenaga kesehatan yang dibutuhkan untuk sebuah puskesmas rawat inap minimal 50 orang, karena jadwal harus dibagi dalam 3 shift.

“Untuk mengoperasikan puskesmas rawat inap, kita masih menunggu perubahan Anggaran atau kami menunggu APBD induk tahun 2020 nanti,” pungkasnya.

Pos terkait