Program Kesehatan Paslon A2 : Ibu Hamil dan Lansia dapat Tunjangan, Rawat Inap RSUD Wondama Setara Kelas I

  • Whatsapp

WASIOR – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Teluk Wondama Elysa Auri-Fery Auparay memberi prioritas khusus terhadap peningkatan layanan kesehatan jika terpilih menjadi pemimpin baru Wondama.

Paslon dengan julukan A2 ini menawarkan program khusus yang diberi nama Kawan Ibu Hamil. Selain bebas biaya perawatan di setiap fasilitas kesehatan milik pemerintah, setiap ibu hamil akan diberikan tunjangan khusus selama menjalani kehamilan hingga melahirkan.

“Kita siapkan tunjangan kesehatan untuk ibu untuk ibu hamil setiap bulan dan gratis biaya persalinan. Ini kami rasa penting karena angka kematian ibu dan bayi di Wondama masih tinggi sehingga ini mendapat perhatian penting dari Pasangan A2 untuk selamatkan bayi yang lahir di sini dan juga ibu hamil, “kata Fery Auparay saat launcing program unggulan Paslon A2 di Posko Pemenangan di Wasior, Selasa malam.

Paslon yang diusung PDIP, PKPI dan PSI itu juga menawarkan perbaikan kualitas layanan di RSUD Teluk Wondama. Layanan rawat inap setara kelas III yang ada saat ini tetap berjalan namun fasilitasnya ditingkatkan menjadi setara kelas II dan kelas I.

Selain itu ada pula layanan Puskesmas keliling untuk melayani masyarakat di pesisir dan kepulauan yang dilakukan secara berkala setiap minggu.

Auri-Auparay juga menyiapkan program yang diberi nama Kawan Lansia yang dikhususkan bagi penduduk Wondama berusia 60 tahun ke atas terutama bagi penduduk asli Papua. Warga lanjut usia akan diberikan tunjangan khusus yang bersumber dari dana Otonomi Khusus.

“Kami juga dalam kebijakannya akan memberikan insentif kepada lansia di atas 60 tahun. Lansia yang bukan pensiunan TNI/Polri, bukan pensiunan pegawai negeri tapi yang murni masyarakat kecil dan ekonominya lemah. Kita berikan tunjangan dari dana Otsus, “ucap Elysa Auri.

Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, Auri melanjutkan, pihaknya akan menyiapkan anggaran untuk peningkatan kapasitas dan kompetensi para petugas kesehatan baik di RSUD maupun di Puskesmas.

“Jadi dokter umum yang mau ambil spesialis kita kirim sekolah. Begitu juga perawat, bidan, mantri kita kirim mengikuti pendidikan dan pelatihan supaya SDM-nya meningkat agar kualitas pelayanan kesehatan kita semakin baik, “ujar mantan Asisten Sekda Provinsi Papua ini. (Nday)

Pos terkait