Pj Gubernur  Papua Barat DiSorot Pimpinan Parpol

MANOKWARI, Kabartimur.com – Penjabat Gubernur Papua Barat, Drs Paulus Waterpau sebagai Pembina Parpol,  dalam setiap kegiatan rapat yang digelar oleh  KPU Papua Barat bersama pimpinan  Parpol tidak pernah dihadiri dan hanya diwakilkan sehingga hal itu  menuai sorotan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh wakil Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Papua Barat, Edison Baransano yang  menyatakan kekecewaan terhadap Penjabat Gubernur Papua Barat yang dinilai tidak pernah menghadiri rapat yang dilaksanakan oleh KPU Papua Barat,  dan langsung disambut riuh tepuk tangan dari sejumlah pimpinan Parpol yang mengikuti rapat koordinasi Pelaksanaan Verifikasi Faktual Perbaikan Kepengurusan dan Keanggotaan Parpol Peserta Pemilu Tahun 2024, di Hotel Aston Niu, Jumat (25/11/2022).

“Kami semua adalah  Pimpinan DPW/DPD Tingkat I, kami kecewa karena Penjabat Gubernur sebagai Pembina Parpol tidak hadir. Ini adalah rapat ke-4 yang tidak dihadiri PJ Gubernur. PJ Gubernur harus hadir karena ada hal-hal yang sangat prinsip disampaikan Parpol,” tegas Edison.

Baca Juga :   Pasar di SP3 Ludes Dilahap SiJago Merah

Edison menuturkan, di Kabupaten Tambrauw dan Maybrat jaringan komunikasi sangat susah. Dan ini terjadi pada pemilu sebelumnya dan saat ini Ia menilai  pemerintah tidak serius dalam menangani persoalan ini.

“Kami lihat Pemerintah Provinsi tidak serius melihat ini. Kami harap Pj Gubernur datang, tapi di rakor tidak hadir dan kami sudah sampaikan itu untuk menjadi perhatian,” keluh Edison yang mendapat dukungan  tepuk tangan dari perwakilan partai lainnya.

Pihaknya berharap, pada agenda rapat selanjutnya dapat diihadiri Penjabat Gubernur Papua Barat.

“Beliau itu Penjabat Gubernur. Tugas utama beliau memastikan pemilu berjalan dengan sukses. Jadi jangan mengutus perwakilan. Kami tegas kalau dirapat berikut yang hadir asisten atau sekda kami dari PSI akan batalkan,” sambungnya.

Edison mengatakan, suksesnya Pemilu 2024 adalah peran semua elemen. Sehingga relasi antar Pemerintah Daerah, Partai Politik, Pelaksana Pemilu (KPU) dan Pengawas (Bawaslu) harus berjalan dengan baik.

Baca Juga :   Tahun 2023 Kabupaten Manokwari Akan Menjadi Tuan Rumah Perayaan Paskah Nasional

“Kita sama-sama sukseskan pemilu 2024, jangan dibebankan ke KPU dan Bawaslu, karena pemilu 2024 rawan konflik Karena  banyaknya partai yang ikut serta dalam pesta demokrasi ini,” katanya.

Ketua KPU Papua Barat, Paskalis Semunya yang dikonfirmasi soal ketidakhadiran Penjabat Gubernur membenarkan hal itu.

“Itu yang menjadi catatan untuk kami. Ada satu momen yang harus kita kreasikan Semoga momen berikutnya  beliau bisa hadir” Harap Semunya. (Red/*)

Pos terkait