Perwakilan Pemuda Arfak: Gubernur Butuh Solusi, Hentikan Perdebatan Yang Tidak Bermanfaat di Ruang Publik

Manokwari, Perdebatan panjang antara Kepala Biro Hukum Provinsi Papua Barat, Roberth Hammar dan Senator Provinsi Papua Barat, Filep Wamafma membuat perwakilan pemuda dari Suku Besar Arfak, Daniel Mandacan angkat bicara.

Daniel Menegaskan bahwa untuk saat ini tidak berguna dan tidak penting memperdebatkan permasalahan yang menyangkut penyebutan nama Gubernur oleh Jaksa KPK apalagi kedua orang ini berasal dari almamater yang sama.

“Biarkan Urusan ini dibicarakan terlebih dahulu oleh pihak keluarga terutama Suku Besar Arfak karena Dominggus Mandacan merupakan Kepala Suku Besar Arfak,” Jelas Daniel Mandacan, Senin (1/6/20).

Menurut Daniel, perdebatan Filep dan Hammar malah membuat gubernur memikul dua beban, pertama terkait penyebutan nama beliau oleh Jaksa KPK kemudian yang kedua karena saling serang antara Kabiro Hukum, Robert Hammar dengan Senator Filep Wamafma.

Baca Juga :   Kebutuhan Pencegahan Covid19 di Manokwari Membengkak, Pemda Siasati Anggaran Rp 65 Milyar

“Pak Gubernur Butuh solusi bukan mendapatkan hal yang malah membuat bingung kalau seperti ini,” Jelasnya.

“Oleh karena itu saya mempersilahkan pak Hammar dan pak Filep tetap focus menjalankan tugasnya sebagai Biro Hukum dan Senator, jangan sampai karena pertikaian ini pelayanan publik menjadi terganggu apalagi dimasa Pandemi seperti ini, yang kasihan adalah masyarakat,” pungkas Daniel. (AD)

Pos terkait