Papua Barat Sudah 5 Orang Pasien Positif Corona, Manokwari Menyumbang 2 Orang, Warga Mulai Khawatir

MANOKWARI- Data Terbaru yang di rilis Tim Gugus Tugas corona virus disease Covid19 pada Kamis 16 April menunjukan 2 Warga Manokwari dinyatakan positif berdasarkan hasil tes swab.

Informasi ini kemudian beredar luas di sosial media, terutama Facebook maupun pesan melalui grop Wahtsaap, pesan yang muncul berupa Kekhawatiran warga di Ibukota Papua Barat.

“Data terbaru terdapat 2 Warga positif Corona di Manokwari” Kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid19 Papua Barat dr. Arnoldus Tiniap Kami 16 April 2020

Selain dua yang positif di Manokwari terdapat 1 orang positif dilaporkan merupakan warga di Kabupaten Teluk Bintuni, 3 orang tambahan positif ini menambah daftar orang positif corona virus di Papua Barat menjadi 5 orang setelah sebelumnya dilaporkan kasus di Kota Sorong Papua Barat.

“Mengenai dua warga yang positif ini masing-masing satu berusia 30 Tahun dan yang satu lagi berusia 45 Tahun di Manokwari, sedangkan pasien positif di Teluk Bintuni berusia 39 Tahun, ketiganya berjenis kelamin laki-laki” Kata dr. Arnoldus Tiniap.

Baca Juga :   Bupati Manokwari Imbau Pimpinan OPD Tidak Monopoli Pekerjaan

Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan menanggapi dua warga yang dinyatakan positif Covid19 mengatakan, sejak mereka dari Makassar sudah dikarantina, hanya takutnya malam-malam mereka kabur ke Ketemu keluarga di rumah, karena mereka tidak ada gejala sakit seperti batuk, flu dan sesak nafas, ini yg sangat berbahaya.

“Untuk tempat sudah disiapkan besok mulai dipersiapkan untuk karantina mereka dan saya sudah perintahkan Ketua Satgas Covid 19 Kabupaten Manokwari untuk melakukan rapid test kepada keluarga mereka, karena mereka tinggal di wilayah yang padat penduduk dan sangat berbahaya untuk menyebar ke orang lain” Kata Demas Paulus Mandacan.

Ketika mendapat kabar dua warga Manokwari dinyatakan positif Corona Virus, pesan Kekhawatiran dari warga Manokwari kemudian disampaikan melalui akun sosial media, Facebook dan pesan berantai melalui Whatsapp Group dan meminta satgas yang dibentuk oleh provinsi dan kabupaten segera bertindak. (AD)

Pos terkait