Outlook Turun, OJK Tegaskan Perbankan Nasional Tetap Solid

Jakarta, kabartimur.com – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, menegaskan kinerja industri perbankan nasional hingga saat ini tetap solid dengan tren pertumbuhan positif.

Menurut Dian, revisi outlook negatif terhadap sejumlah bank besar di Indonesia, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), oleh lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s dan Fitch Ratings, tidak disebabkan oleh lemahnya fundamental perbankan.

Ia menjelaskan, penyesuaian outlook lebih dipicu oleh perubahan outlook peringkat kredit sovereign Indonesia dari stabil menjadi negatif, yang turut memengaruhi persepsi risiko sektor perbankan serta dinamika makroekonomi global.

“Secara umum, kondisi industri perbankan nasional tetap positif,” ujar Dian.

Pada Januari 2026, pertumbuhan kredit tercatat 9,96 persen (yoy), sejalan dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,48 persen (yoy). Kualitas kredit juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 2,14 persen.

Baca Juga :   Kadis PMD Lutra Terima Penghargaan Pengelolaan Dana Desa Terbaik Tahun 2022

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) industri berada di level 25,87 persen, sementara likuiditas tetap kuat dengan rasio AL/NCD, AL/DPK, dan LCR masing-masing jauh di atas ambang batas.

Kelompok bank KBMI 4 dan Himbara mencatatkan pertumbuhan kredit double digit, masing-masing 13,34 persen dan 13,43 persen. Sementara itu, pertumbuhan DPK mencapai 16,32 persen dan 16,38 persen, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat.

Ketahanan permodalan juga dinilai sangat kuat, dengan CAR Himbara sebesar 20,32 persen dan KBMI 4 sebesar 22,33 persen. Kualitas aset tetap terjaga dengan NPL gross di kisaran di bawah 3 persen serta didukung cadangan yang memadai.

Sepanjang 2025, bank KBMI 4 dan Himbara juga mencatatkan laba positif, menunjukkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi, dan manajemen risiko.

Di tengah ketidakpastian global, perbankan nasional tetap berperan strategis dalam mendukung pembiayaan sektor riil dan program prioritas pemerintah.

Baca Juga :   Polres Haltim Berhasil Mengamankan Pelaku Persetubuhan Anak Dibawah Umur

OJK memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat agar perbankan tetap menjalankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang memadai.

Dian menambahkan, penyesuaian outlook oleh lembaga pemeringkat tidak secara langsung memengaruhi kemampuan bank dalam mengakses pendanaan. Saat ini, peringkat kredit bank besar Indonesia masih berada pada level investment grade dengan fundamental yang kuat.

Ia juga menekankan bahwa struktur pendanaan perbankan nasional masih didominasi dana domestik, sehingga ketergantungan terhadap pendanaan eksternal relatif terbatas.

“OJK bersama pemangku kepentingan, khususnya Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), akan terus menjaga stabilitas sistem keuangan agar tetap kuat menghadapi dinamika ekonomi,” pungkasnya. (Red/*)

Pos terkait