Nasib Ibukota Distrik Soug Wepu dari Krisis Air Bersih Hingga Belum Tersambung Listrik

  • Whatsapp

MANOKWARI- Kampung Kaprus, ibukota Distrik Soug Wepu sampai saat ini masih mengalami kesulitan air bersih. Warga setempat selama ini masih mengandalkan sumur sebagai sumber air baku.

Selain kualitas airnya kurang baik untuk dikonsumsi, sumur warga juga sering mengalami kekeringan terutama pada musim kemarau panjang. Warga berharap Pemkab Teluk Wondama secepatnya membangun jaringan air bersih untuk mengatasi kesulitan yang sudah bertahun-tahun dialami masyarakat di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Manokwari Selatan ini.

“Yang paling dibutuhkan masyarakat di sini itu listrik dan air bersih. Karena kemarin musim kemarau, Kaprus menderita betul. Cari air minum dimana, terpaksa tarik air dari Kampung Siresi, “ kata Kepala Kampung Siresi, J. Sayori pada saat kunjungan kerja bupati dan wakil bupati Teluk Wondama ke Soug Wepu belum lama ini.

Sebelumnya dalam laporan, Plh Kepala Distrik Soug Wepu Tonis Sayori juga menyampaikan perihal kesulitan air bersih yang dialami warga Kaprus.

Dalam kesempatan yang sama, warga Kaprus juga mempertanyakan kepastian pembangunan jaringan listrik Program Indonesia Terang. Warga setempat telah menyediakan tanah untuk lokasi penempatan generator pembangkit.

“Kita sudah siapkan tempat. Tapi kita tunggu, tunggu, tunggu terus. Kaprus ini wajah distrik tapi gelap terus, gelap terus, “ucap tokoh masyarakat Kaprus yang juga mantan kepala kampng, A. Mokiri.

Soal listrik, Kepala Dinas Perindagkop Ekbertson Karubuy menerangkan, dua kampung di Soug Wepu yakni Kaprus dan Siresi dipastikan akan menjadi sasaran listrik dari program Indonesia Terang. Adapun lokasi penempatan generator pembangkit berada di Kampung Siresi.

“Rekanan (kontraktor rekanan PLN) sudah buang material di Ambuar dan Yarpate, itu pekerjaan jaringan listrik. Nanti dari sana mereka akan masuk disini. Pembangunan listrik itu memang urusannya PLN, kita di Pemda hanya koordinasi dan tugas kita siapkan tanah dan siapkan meteran prabayar, “ jelas Ekber. (Nday)

Pos terkait