Masyarakat Kecamatan Maba Selatan Kembali Gelar Aksi di Depan Kantor Bupati

HALTIM,Kabartimur.Com – Masyarakat Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim)Provinsi Maluku Utara (Malut), kembali menggelar aksi didepan Kantor bupati, Senin (31/10/2022).

Aksi demonstrasi tersebut terkait dengan kembali terjadinya Kasus Pembunuhan yang menewaskan satu warga Desa Gotowasi pada hari Sabtu  29 Oktober 2022, Kemarin.

Bacaan Lainnya

Kordinator aksi, Ismit Abas Hatari dalam orasinya menyampaikan,Pemerintah daerah Halmahera Timur dan Polres Haltim gagal dalam menangani kasus Pembunuhan yang dilakukan OTK beberapa kali di Kecamatan Maba Selatan.

Untuk itu ada beberapa Poin yang harus Penuhi Pemda Haltim dan Polres Haltim dalam penanganan kasus di Kecamatan Maba Selatan.

Dikatakannya, pertama apabila bukan masyarakat Maba Selatan yang beraktivitas di hutang Maba Selatan yang membawa barang tajam seperti tombak, Panah dan senapan maka kami masyarakat Maba Selatan akan menindak serta melakukan tindakan preventif atau kekerasan.

Selanjutnya, Kami mendesak pada bupati dan Kapolres Haltim segera menetapkan wilayah Maba Selatan sebagai wilayah darurat terorisme.

Baca Juga :   Kapolres Haltim Diminta Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Maba Selatan

“Kami meminta wilayah Maba Selatan ditingkatkan sebagai Wilayah darurat terorisme, karena menjadi musuh bersama. Masyarakat Maba Selatan terbunuh bukan cuma satu kali tapi suda dilakukan berulang-ulang, maka kami masyarakat Maba Selatan siap membunuh apabila alat negara tidak memberikan jawaban dibalik pembunuhan,” Ujarnya.

Poin ketiga, Polres Halmahera Timur harus dipindahkan ke Kota Maba dan Polsek Maba Selatan dipindahkan ke Kec. Maba Selatan.

Kemudian Poin yang keempat Polres dan Pemda Haltim segera melaporkan kasus-kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah Maba Selatan ke Panglima TNI Ri, Komnas Ham Ri dan Mabes Polri Ri.

“Karena sampai hari ini, Kapolres Haltim sampai Kapolda Maluku utara kami masyarakat Maba Selatan telah meragukan kinerja mereka, karena hingga detik ini, Kasus Pembunuhan tidak dapat diselesaikan dengan langkah pencegahan untuk pembunuhan selanjutnya,” Tegasnya.

Kemudian poin berikutnya, Mendesak kepada Bupati Haltim untuk memerintahkan kepada aparat keamanan untuk Oprasi militer bersama masyarakat atau disebut sebagai operasi Sipil di hutan Maba Selatan untuk menjamin keselamatan masyarakat saat berkebun.

Mendesak Pemda Haltim untuk memberikan jaminan ekonomi terhadap masyarakat Maba Selatan. Karena secara sosiologi masyarakat Maba Selatan hingga saat ini tidak ada yang beraktivitas di kebun.

Baca Juga :   Bandara I.S Kijne di Wondama Dibangun Tahun Depan, Masyarakat Adat Sepakat Lepas Tanah 280 Hektar

“Untuk itu Pemda Haltim harus menjamin jaminan ekonomi terhadap masyarakat Maba Selatan karena hingga saat ini pos-pos pengamanan tidak berjalan,” Ujarnya.

“Pemda Haltim harus membangun beberapa pos yakni satu post di belakang desa Sowoli, satu pos di belakang Desa Lolelamo, satu pos di belakang desa Gotowasi dan dibelakang desa Bicoli ini yang ditawarkan beberapa kepala desa dan Camat Maba Selatan,” Sambungnya.

Kemudian Sembilan pemerintah desa dan Kecamatan Maba Selatan mendesak Pemda Haltim, Pemprov Malut dan Pemerintah Pusat agar segera membangun akses jalan yang sering terjadi pembunuhan.

Dan Sembilan Desa telah menyepakati untuk tahun anggaran 2023 untuk menganggarkan angaran penanganan wilayah masing-masing desa sebagai bentuk peduli kami terhadap masyarakat.

Sementara itu Bupati Haltim Ubaid Yakub, saat melakukan hearing dengan masyarakat menyampaikan dengan adanya kasus pembunuhan kembali terjadi di Desa Gotowasi maka pihaknya hari ini telah melakukan rapat Kordinasi dengan polres Haltim dan telah membentuk dua tim dalam penanganan kasus kriminal yang terjadi di Kecamatan Maba Selatan.

“Kami telah mendatangi desa-desa yang dicurigai adanya masyarakat yang beraktivitas di hutan terutama saudara kita yang berburu maka kami akan memanggil setiap kepala desa untuk melakukan sosialisasi agar tidak melakukan aktivitas di wilayah kecamatan Maba Selatan. Kami juga meminta agar masyarakat tidak mengambil tindakan kekerasan apabila ada masyarakat lain melakukan kegiatan di wilayah Maba Selatan. Namun harus melaporkan ke pihak berwajib untuk ditindaklanjuti,”tegasnya.

Baca Juga :   Antisipasi Aksi Unjuk Rasa Serentak, Polres Haltim Gelar Apel Bersama TNI

Diwaktu yang sama Polres Haltim juga akan melakukan penguatan pasukan di Polsek Maba Selatan dan dua hari ada bantuan brimob dari Ternate dan telah disediakan seluruh fasilitas dalam rangka melindungi masyarakat Maba Selatan.

Kemudian terkait dengan Penetapan daerah darurat terorisme kata Bupati, pihaknya akan mempelajari sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Karena tidak gampang menetapkan wilayah darurat terorisme karena ada pedoman dan aturan yang berlaku dan akan kami pelajari apabila sesuai dengan norma yang berlaku maka kami akan tetapkan,” tandasnya.

Sekedar diketahui pada aksi demonstrasi tersebut turut hadir Bupati Haltim Ubaid Yakub, Wakil bupati Anjas Taher, Ketua DPRD Haltim Djon Ngoraitji dan Kapolres Haltim Edy Sugiharto.
(Red/Ruslan)

Pos terkait