Keluarga Korban Pemerkosaan Mengadu ke DPRD Bone

  • Whatsapp

Nasib malang menimpa Fit (13) Warga Desa bontocani kecamatan kahu Kabupaten Bone, beberapa waktu lalu, Dia di perkosa oleh 4 orang dan disekap selama 4 hari di Desa Ompi dusun tata, kecamatan Bulu taba Kabuten Mamuju Utara Sulawesi Barat, Awal juni lalu.
Bahkan 2 dari 4 orang pelaku, adalah pejabat Negara yang Seharusnya melindungi sekaligus menjadi contoh bagi Masyarakat, Namun hal itu Nampaknya hanya mimpi manis bagi diri Fit, bahkan setelah kejadian naas tersebut dirinya dan keluarga kerap kali di teror oleh para pelaku yang diantaranya di ketahui bernama sya oknum polisi yang bertugas di wilayah itu.
Hal ini di ungkapkan Ayah korban, Mappatang (40) ketika mendatangi Kantor DPRD kabupaten bone, untuk memohon bantuan kepada Wakil rakyat.
” Saya datang kemari untuk memohon Bantuan Agar anak saya mendapat keadilan, atas kejadian yang menimpanya beberapa waktu lalu, sebelumnya kejadian ini sudah saya laporkan ke Polda sulsel namun hingga saat ini belum juga ada tanggapan, bahkan saya bersama keluarga harus lari ke Bone karena kerap kali di teror oleh para pelaku ” ujar Mappatang di hadapan para wakil rakyat, Rabu (3/8/16).
Andi Suedi Sebagai salah satu Wakil rakyat yang menerima aspirasi tersebut menekan kan, akan segera menindak lanjuti laporan tersebut dan segera mengkordinasikan kejadian itu dengan pihak polda Sulsel.
” Saya merasa sangat prihatin, atas kejadian yang menimpa saudara kita karena itu saya bersama angota dewan lainya akan segera menindak lanjuti kejadian tersebut, dengan memfasilitasi agar kasus ini tidak terus mengambang dan segera di tuntaskan, kami tidak bermaksud untuk menginterfensi pihak kepolisian namun kami juga tidak ingin, jangan sampai ada oknum yang ingin coba bermain dan menyelesaikan persoalan ini lewat jalur di luar pengadilan (Nonlitigasi) sementara keluarga korban ingin, agar kasus ini dapat di selesaikan dengan jalur pengadilan (Litigasi), apa lagi korbannya ini adalah anak di bawah umur dan Salah seorang pelaku Adalah oknum Polisi” ujar Suedi. (Indra)

Baca Juga :   Bantuan Air Bersih di Enrekang untuk Masyarakat tak Mampu tidak Gratis

Pos terkait