Keluarga Besar VDB Mendesak Polres Tator segera Tuntaskan Kasus Pencemaran Nama Baik Keluarganya.

  • Whatsapp
Keluarga Besar VDB Mendesak Polres Tator segera Tuntaskan Kasus Pencemaran Nama Baik Keluarganya.

Tana Toraja Kabartimur. Com

Keluarga Besar Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara, mendesak Polres Tana Toraja untuk segera menuntaskan kasus pencemaran nama baik keluarganya yang dilakukan oleh Kepala Dinas PUPR Propinsi Papua, Djuli Mambaya sejak 2017 lalu dan sampai sekarang belum ada kejelasan.

Pernyataan ini disampaikan keluarga Besar Victor Datuan Batara, Simon Batara saat konferensi pers dengan sejumlah wartawan di Makale, Kamis, 03/05/2018. Mereka mendesak pernyataan Kasat Reskrim AKP. Jhon Paerunan saat beraudiensi di ruang pertemuan Mapolres Tator Kamis, 26 April 2018 lalu.

Dimana Kasat Reskrim Polres Tana Toraja AKP. John Paerunan  saat itu berjanji akan segera memproses Kasus Djuli Mambaya (DJM) terkait pencemaran nama baik Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara, dan mengatakan setelah Kapolres pulang dari luar Toraja, pihaknya akan melakukan gelar perkara dan segera dilimpahkan berkasnya ke penutut umum yang sudah mangrak selama setahun, jelas Simon Batara.

Simon Batara meminta Kepastian hukum kepada Polres Tana Toraja karena pak Victor adalah Pejabat Negara, juga memiliki keluarga yang memliki kewibawaan, keluarga merasa resah karena keluarga bertanya di Polres Tator mereka tidak bisa menjawab kapan Kasus DJM (Kepala Dinas PUPR Propinsi Papua itu) dilimpahkan ke Kejaksaan, jelasnya.

Sementara Koordinator Front Masyarakat Toraja Bersatu Peduli Keadilan (FMTBK)), “Gamal Mangesa” meminta Kepolisian Resor (Polres) Tana Toraja segera menuntaskan kasus dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan melalui media sosial, yang dilakukan oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua, Djuli Membaya terhadap Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara.

Gamal menyebut pihaknya tidak akan segan-segan menurunkan lagi massa dalam jumlah yang banyak untuk melakukan pressure kepada Polres Tana Toraja, apabila kasus ini tidak segera dituntaskan, massa merupakan pilihan terakhir jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi oleh polisi. “Kita tidak mau merepotkan polisi dengan menurunkan massa, tapi kalau dibutuhkan dan polisi masih main-main dengan kasus ini, kita akan turunkan,” tegas Gamal.

Terpisah penasehat hukum VDB mengatakan Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto P. Sirait, menyatakan penyidik tidak menghentikan kasus ini. “Prosesnya tetap jalan, tidak berhenti, kita sidik terus,” jelas Penasehat Hukum Victor Datuan Batara. (tius)

 

Pos terkait