Kasus Nduga, Pdt. Wanma Imbau TNI POLRI Tidak Korbankan Warga Sipil

  • Whatsapp

MANOKWARI- Ketua Badan Kerjasama Antar Gereja ( BKAG), Pdt. Martin Luther Wanma mengaku prihatin atas dampak operasi militer di Nduga yang berakibat jatuhnya korban dari warga sipil.

Kepada Kabartimur.com, (17/12) di Kantor BKAG, Wanma menghimbau kepada aparat TNI/POLRI yang diterjunkan dalam operasi kasus Nduga, fokus untuk segera menangkap pelaku pembunuhan sadis terhadap puluhan pekerja jalan transpapua oleh kelompok separtis beberapa waktu lalu.

“Jangan sampai masyarakat sipil di korbankan dalam operasi tersebut,” kata Wanna. Mereka mengejar musuh silahkan operasi militer, tapi jangan sampai menyisir masyarakat yang tidak berdosa, ini murni pembunuhan yang dilakukan kepada pekerja trans,” tambah wanma.

Dirinya mengaku mendukung Wanma TNI dan Polri untuk menegakkan keamanan diseluruh tanah air, termasuk Papua.

Wanma berharap warga sipil di Nduga bisa merayakan natal di bulan Desember dengan damai tanpa ada rasa ketakutan.

Baca Juga :   Lapas Klas II B Manokwari, LPKA dan Lapas Perempuan Terima Bantuan APD

Karenanya, dirinya berharap peran TNI/Polri lebih hati-hati dalam melaksnakan operasi militer di Nduga.

” Saya yakin TNI dan Polri sudah cukup pengalaman dalam menangani kasus, apalagi Kapolri saat ini merupakan mantan Kapolda dari Papua, punya segudang pengalaman bagaimana berhadapan dengan masyrakat Paua pada umumnya, ” terang Wanma sembari berharap agar semua pimpinan gereja ikut dilibatkan dalam menangani kasus-kasus yang terjadi di Papua dan Papua Narat daripada penggunaan militer.

Pos terkait