Jebolan STIE Mah-Eisa Sangat Dibutuhkan Pada Periode Bonus Demografi

  • Whatsapp

 

MANOKWARI- Para sarjana jebolan STIE Mah-Eisa Sangat Dibutuhkan perannya  pada periode bonus demografi Tahun 2020-2035. Oleh karena itu, pemerintah daerah berharap para sarjana harus bersiap-siap memasuki era  tersebut dengan terus belajar dan mengupgrade diri lewat kompetensi yang dimiliki.

Hal ini disampaikan gubernur Papua Barat dalam sambutannya yang dibacakan Asisten lll, Reymond RH, pada acara wisuda Stie Mah-Eisa dan STIH Bintuni, Sabtu (6/7/19), di Valdos Hotel. Bonus demografi merupakan kondisi dimana populasi usia produktif lebih banyak  dari usia nonproduktif.

Dijelaskan Reymond, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data demografi Indonesia sesuai UU Nomor 40 Tahun 2009 Tentang kepemudaan dengan range usia antara 16 sampai 30 tahun berjumlah  61,8 juta orang, atau 24,5% dari total 250 juta penduduk indonesia. Secara kuantitas angka 24,5% cukuplah besar, diperkirakan  pada Tahun 2030 Indonesi akan menikmati suatu era yang disebut dengan Bonus Demografi.

“Fase ini menjadi tantangan apakah kita siap lepas landas menuju negara maju atau justru sebaliknya tertimpa bencana demografi,” ujar Reymond.

Ditambahkan Reymond, bonus demografi menjad windows Opportunity (peluang) yang sangat strategis bagi sebuah negara untuk dapat melakukan percepatan pembangunan ekonomi, didukung ketersediaan sumber daya manusia usia produktif dalam jumlah yang signifikan.

Reymond mendorong  lulusan dari STIE Mah-Eisa memanfaatkan waktu terbaik antara 2020-2035  untuk menjadi bagian dalam bonus demografi.

Reymond berharap ke-167 orang sarjana yang diwisuda, baik yang sudah bekerja  di pemerintahan maupun di dunia usaha agar memacu untuk bekerja lebih baik sedangkan yang belum bekerja  janganlah menggantungkan  harapan sepenuhnya untuk menjadi PNS.

“Liriklah dunia  usaha serta ciptakanlah pekerjaan dalam berbagai bidang bisnis dan profesi lainnya” pungkas Reymond.

Pos terkait